Sama-sama Busi, Tapi Antara Mobil ICE dengan Mobil Hybrid Banyak Bedanya  

Juni 13, 2026
By Thomas W
Sama-sama Busi, Tapi Antara Mobil ICE dengan Mobil Hybrid Banyak Bedanya  -otospector

Selain mobil berbahan bakar bensin dengan pembakaran dalam (internal combustion engine – ICE), saat ini kita juga mulai akrab dengan teknologi mobil hybrid dan mobil listrik.

Di antara kedua mobil berteknologi terbaru itu, mobil hybrid-lah yang masih rada-rada mirip dengan mobil ICE. Soalnya keduanya sama-sama masih pakai mesin berbahan bakar bensin.

Tapi sebenarnya kalau kita telisik lebih dalam, tetap ada perbedaan di antara keduanya.

Terutama karena kerja mesin hybrid lebih berat dibanding mesin ICE, sebab harus sering mati-nyala selama perjalanan.   

Dengan karakteristik kayak begitu, ada perbedaan soal material, durabilitas, dan beban kerjanya. Terutama dari busi yang dipakai.

Nah, apa saja perbedaan busi pada mobil hybrid dibandingkan dengan mobil konvensional? Ini dia penjelasannya:

Beda busi mobil biasa dengan mobil hybrid

Sumber: Kompas.com

#1: Material Bahan  

Kalau dilihat sekilas, antara busi mobil ICE dengan hybrid, penampilannya secara fisik tak jauh berbeda.

Fungsi busi di antara keduanya juga tetap sama, yakni memercikkan api untuk membakar campuran bensin dan udara.

Tetapi kalau Otofriends jeli, pada busi-busi hybrid berteknologi terbaru, bentuknya terlihat lebih panjang dan kecil. Material pembuatannya juga dari laser iridium.

Sedangkan pada mobil ICE, bentuknya normal seperti busi yang kita kenal. Material lebih beragam, mulai dari nikel hingga iridium standar.

Inspeksi Mobil Bekas Otospector
Inspeksi Mobil Bekas Otospector

#2: Beban Kerja

Meski sama-sama bekerja untuk mesin bensin, kedua jenis busi ini punya beban kerja berbeda.

Pada mobil ICE, mesin menyala terus menerus. Suhu ruang bakar jadi cenderung stabil.

Sedangkan pada mobil hybrid, mesin sering mati-nyala, sesuai kapasitas baterai dan kecepatan mobil.

Perubahan mode dari listrik ke mesin secara terus-menerus pada hybrid, bikin busi dituntut harus selalu siap bekerja memercikkan api, tanpa ada jeda. Termasuk saat kondisi mesin belum mencapai panas ideal.

Baca juga: Begini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

#3: Usia Pemakaian

Pada mobil ICE, busi jenis biasa harus diganti setiap 20.000 km – 40.000 km. Sedangkan pada busi iridium berkisar di angka 10.000 km.

Berbeda dengan mesin hybrid yang bekerjanya bergantian dengan motor listrik. Karena jam kerja busi lebih sedikit, maka busi lebih awet.

Material yang dipakai juga berjenis laser iridium yang dikenal unggul sehingga awet. Tentu umur pakai busi jadi lebih lama lagi, jauh di atas busi mobil ICE.   

Dari sisi performa, busi mobil hybrid juga lebih unggul karena mampu menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan optimal.

Dampaknya tentu pada efisiensi konsumsi bahan bakar.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Harga Jual

Harga busi mobil ICE sangat beragam, tergantung tipe dan bahan materialnya. Dari mulai puluhan ribu rupiah untuk yang berbahan nikel, sampai ratusan ribu rupiah untuk busi iridium.

Sedangkan pada mobil hybrid, karena businya lebih “canggih” dengan spesifikasi tinggi, harga bisa berkali-kali lipat di atas busi biasa.

Kisaran harga busi hybrid saat ini antara Rp200.000 – Rp700.000 per buah. Selisihnya lumayan kan?

Beda busi mobil biasa dengan mobil hybrid

Sumber: Auto200.co.id

Baca juga: Sering Tak Disadari, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Apa penyebab kepala busi bisa basah karena bensin?

Jika suatu kali Otofriends mendapati busi terlihat basah dan tercium bau bensin, artinya sudah terjadi flooding atau bensin gagal terbakar di dalam silinder.

Kondisi semacam ini bisa disebabkan oleh busi yang mati, koil pengapian yang lemah, atau kabel busi yang rusak, jadinya tidak ada percikan api untuk membakar bensin.

Bisa juga disebabkan kebocoran injektor. Injektor terus menyemprotkan bahan bakar, padahal harusnya tertutup. Akibatnya campuran udara dan bensin terlalu kaya.

Penyebab lain, kerusakan pada sensor-sensor udara dan temperatur, sehingga ECU menyemprotkan bensin terlalu banyak.

Untuk memastikan mobil bekas pilihan Otofriends punya pembakaran yang sempurna, percayakan saja inspeksinya ke jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Mobil bekas yang sudah dibeli akan semakin terlindungi dengan garansi mobil bekas Otospector. Karena segala kerusakan mesin dan transmisi akan dijamin perbaikannya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Cat Mobil Sering Terjemur Matahari? Ini Cara Merawatnya Biar Tidak Cepat Kusam

September 27, 2026
Buat Otofriends yang setiap hari membawa mobil untuk bekerja, antar anak sekolah, atau sekadar parkir di area terbuka, terpapar matahari mungkin sudah menjadi hal biasa. Masalahnya, cat mobil sebenarnya tidak benar-benar “kebal” terhadap kondisi tersebut. Paparan sinar matahari, terutama radiasi ultraviolet (UV), panas, hujan, debu, kotoran burung, getah pohon, sampai kontaminan di jalan dapat memengaruhi
Baca Lebih Lanjut

Cara Memilih Obat Jamur Kaca Mobil yang Tepat, Jangan Asal Pakai!

September 25, 2026
Kaca mobil yang terlihat kusam, penuh bercak putih, atau seperti memiliki lapisan buram tentu bikin tampilan kendaraan kurang sedap dipandang. Lebih dari itu, kondisi kaca yang tidak benar-benar bersih juga bisa mengganggu pandangan, terutama ketika terkena sinar matahari atau lampu kendaraan dari arah berlawanan. Masalah seperti ini sering disebut sebagai jamur kaca. Padahal, tidak semua
Baca Lebih Lanjut

Baterai Mobil Listrik Cepat Drop? Ini Tips Agar Umurnya Lebih Panjang

September 25, 2026
Hi Otofriends, salah satu kekhawatiran yang masih sering muncul ketika seseorang mulai mempertimbangkan mobil listrik adalah soal baterai. Wajar saja. Berbeda dengan mobil bensin yang lebih familiar dengan urusan mesin, mobil listrik sangat bergantung pada baterai bertegangan tinggi sebagai sumber energi utama. Ketika kapasitas baterai menurun, jarak tempuh yang bisa dicapai dalam satu kali pengisian
Baca Lebih Lanjut