Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini 5 Faktanya

Januari 06, 2022
By Thomas W
Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini 5 Faktanya-otospector

Saat hujan turun di jalanan dan pandangan sedikit berkurang, banyak mobil yang mengatasinya dengan menyalakan lampu hazard. Apakah tindakan ini bisa dibenarkan?

Sayangnya tidak. Karena lampu hazard bukan untuk keperluan penanda saat mobil berada di tengah hujan lebat atau kabut. Dalam kondisi semacam ini, pemakaian hazard justru malah membahayakan, karena pengemudi lain tidak bisa mengetahui seandainya mobil tiba-tiba berbelok.

Agar lebih paham, yuk kita lihat 5 fakta pemakaian lampu hazard di jalanan: 

#1: Hanya Dipakai Dalam Kondisi Darurat

Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini 5 Faktanya

Saat mobil ada dalam kondisi darurat di jalanan, maka sesuai undang-undang lalu lintas, pengemudi wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain. Di sinilah hazard berfungsi sebagai “lampu isyarat peringatan”.

Dengan adanya hazard pengemudi lain mengetahui tentang adanya mobil yang berhenti darurat. Kondisi darurat misalnya ada mogok, kecelakaan, penggantian ban, dll.

Saat berhenti di tepi jalan itulah lampu hazard dinyalakan.

#2: Tanda Peringatan Ke Pengemudi Lain

Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini 5 Faktanya

Saat berkendara di jalan raya, terkadang Otofriends akan bertemu suatu kondisi darurat yang terjadi tiba-tiba dan mengancam keselamatan. Contoh ada tabrakan di depan, ada orang menyeberang jalan, atau mobil harus berhenti sejenak di tepi jalan.

Pada saat itulah hazard berfungsi memberi tahu pengemudi lain akan posisi kendaraan dan situasi darurat yang terjadi. Dengan adanya peringatan ini, mobil di belakang akan mengurangi kecepatan atau menghindar.

Inspeksi Mobil Bekas Otospector

Baca juga: Kaca Mobil Buram Saat Hujan? Ini 5 Tips Mengatasinya

#3: Jangan Digunakan Saat Cuaca Buruk  

Mari Pahami 5 Fakta Soal Lampu LED Mobil

Tindakan salah yang sering dilakukan pengemudi saat cuaca buruk adalah menyalakan hazard. Niatnya baik yakni memberi tanda pada kendaraan lain. Tapi akibatnya justru lampu sein tidak berfungsi, sehingga bahaya jika mobil hendak berbelok.

Dalam cuaca buruk dan pandangan terbatas, cukup nyalakan lampu utama serta lampu kabut. Berkendaralah dengan hati-hati, jika jarak pandang memang minim.

#4:  Jangan Digunakan Sebagai Isyarat Masuk Terowongan

Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini 5 Faktanya

Kesalahan lain yang sering dilakukan pengemudi adalah memasang hazard di terowongan. Tujuannya tentu sama dengan saat hujan, cuma bedanya kali ini di tempat yang gelap dan jarak pandangnya rendah.

Sama seperti saat hujan, lampu hazard juga akan membingungkan pengemudi lain. Apalagi ruang di dalam terowongan lebih terasa sempit, sehingga cenderung lebih berbahaya.

Jika ingin memberi isyarat kepada pengemudi lain, cukup menggunakan lampu utama atau lampu senja.

#5: Jangan Digunakan Saat Iring-iringan

Jangan Sembarangan Pakai Lampu Hazard, Ini 5 Faktanya

Sering kita jumpai iring-iringan kendaraan di jalanan menggunakan lampu hazard. Mungkin niatan mereka adalah memberi tahu pengendara lain bahwa ada rombongan prioritas. Padahal hal itu membahayakan.

Tentu saja hazard yang menyala akan membuat pengendara lain menjadi bingung. Apalagi biasanya rombongan konvoi ini meminta jalan kepada kendaraan lain atau melakukan manuver di jalanan.

Garansi Mobil Bekas Otospector

Baca juga: Musim Hujan, Perhatikan Selalu Kolong Mobil

Jadi bagaimana sebenarnya penggunaan lampu hazard yang benar?

Selain waktu pemakaiannya harus tepat, yaitu saat ada kondisi darurat di jalanan, saat menyalakannya juga harus memperhatikan kondisi kendaraan lain. Jangan hanya karena sudah menyalakan hazard, maka pengendara lain harus serta merta mengetahui.

Selain lampu hazard, jauh lebih penting adalah kehati-hatian pengemudi dalam kondisi darurat di jalan. Jangan sampai kondisi ini justru memicu kondisi lain yang lebih buruk seperti kemacetan lalu-lintas atau bahkan kecelakaan.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Spesifikasi Mercedes-AMG CLE 646, Cuma 30 Unit dan Bertenaga 646 PS!

September 30, 2026
Mercedes-AMG kembali membuat mobil yang bukan sekadar kencang, tetapi juga sangat terbatas. Kali ini datang dari Mercedes-AMG CLE 646 Spezialanfertigung, coupe performa tinggi yang dikembangkan dengan fokus utama pada driving dynamics. Menariknya, mobil ini bukan sekadar CLE 53 yang diberi tambahan tenaga. Mercedes-AMG melakukan perubahan besar pada mesin, sistem penggerak, bodi, suspensi, aerodinamika hingga bobot
Baca Lebih Lanjut

Mau Beralih dari Mobil Bensin ke Listrik? Pahami 7 Hal Ini Sebelum Beli

September 30, 2026
Beralih dari mobil bensin ke listrik sekarang bukan lagi sekadar mengikuti tren. Pilihan mobil listrik di Indonesia semakin beragam, mulai dari city car, hatchback, SUV, sampai MPV. Infrastruktur pengisian daya juga terus bertambah sehingga penggunaan mobil listrik semakin mudah dibanding beberapa tahun lalu. Namun, membeli mobil listrik tetap membutuhkan pertimbangan yang berbeda dibanding mobil bermesin
Baca Lebih Lanjut

Ini Daftar Harga Komponen Kaki-Kaki Mobil, Siapkan Dana Segini Kalau Mulai Rusak

September 27, 2026
Buat Otofriends yang setiap hari menggunakan mobil, kaki-kaki menjadi salah satu bagian yang kerjanya cukup berat. Ketemu jalan berlubang, polisi tidur, aspal bergelombang sampai genangan, semuanya ikut diterima oleh komponen di bagian bawah mobil. Tidak heran kalau setelah mobil berumur atau jarak tempuhnya sudah tinggi, mulai muncul suara “gluduk”, “kletek”, setir terasa bergetar, atau mobil
Baca Lebih Lanjut