Download Aplikasi OTOS
Install

Catat, Segini Biaya Jalanan Berbayar di DKI Jakarta

Februari 08, 2023
By Getan Metodius
Catat, Segini Biaya Jalanan Berbayar di DKI Jakarta-otospector

Hi Otofriends buat Anda yang tinggal di Jakarta apakah sudah tahu akan wacana jalan berbayar di Jakarta? Termasuk Anda yang tinggal di sekitar Jakarta dan akan bepergian ke Jakarta perlu tahu akan peraturan pemerintah provinsi DKI ini biar gak gagal paham dalam berkendara di Jakarta. Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta pasti punya alasan akan peraturan ini.

Pemerintah provinsi DKI Jakarta memiliki wacana untuk mengenakan tarif di beberapa jalan atau wilayah di Jakarta. Peraturan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) ini dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dan lebih mudah dalam mengatur lalu-lintas kendaraan yang keluar masuk dari luar Jakarta dan sebaliknya. Peraturan jalan berbayar elektronik Electronic Road ini apakah cukup efektif?

Regulasi ini memang masih dalam tahap rancangan peraturan daerah ya Otofriends, dan ditargetkan akan bisa selesai dalam tahun ini serta penerapannya bisa diterapkan. Mekanisme dari jalan ERP ini meniru dari keberhasilan dari beberapa negara yang sudah lebih dulu menerapkannya Otofriends. Seperti di London, Inggris, sistem jalanan berbayar ini diaplikasikan sejak tahun 2003 dan sudah terbukti mengurai masalah kemacetan di London.

Sama halnya yang sudah menerapkan sistem ini seperti Jerman, Hungaria, Slovakia, Belgia sampai Swiss dan juga Rusia sudah menerapkan sistem jalanan berbayar ini. Mungkin dulu kita ingat ya Otofriends ada sistem 3 in 1 sampai membatasi motor di jalan protokol dan juga ganjil genap untuk mengurai kemacetan. Kini akan dicoba sistem jalanan berbayar yang memungkinkan penguraian kemacetan jadi lebih baik lagi.

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

#1: Tarif Jalanan Berbayar.

jalanan berbayar jakarta
Jalanan Berbayar Jakarta Direncanakan Pada Jan 2023

Dalam penerapannya nih, Pemprov DKI Jakarta merencanakan lokasi-lokasi yang masuk dalam list jalan berbayar akan dilakukan selama 7 hari dalam seminggu. Tarif jalan berbayar ini masih diramu mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 19.000 per kendaraan sekali lewat. Besaran biaya tarifnya akan disesuaikan dengan kendaraan, jumlah roda dan sebagainya. Cara ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang parah di Jakarta.

Baca juga: Simak 3 Mobil Listrik Terlaris 2022

#2: Waktu Penerapan

jalanan berbayar di jakarta
Kebijakan Jalan Berbayar Diharapkan Menjadi Solusi

Sesuai peraturan pada Pasal 10 Ayat 1 disebutkan tenjang waktu jalanan berbayar akan dimulai dari pukul 05.00 sampai pukul 22.00 WIB setiap harinya. Adanya peraturan ini diharapkan masalah kemacetan di Jakarta yang sudah menjadi hal tidak mengenakan menjadi bisa terurai perlahan demi perlahan.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#3: Mekanisme Pembayaran Dan Denda.

jalanan berbayar di jakarta
On Board Unit Mandiri Alat Sistem Jalan Berbayar Elektronik

ERP di sejumlah ruas jalan Ibu Kota akan dibekali dengan tools khusus agar penerapan jalan berbayar berjalan lancar. Nah untuk setiap kendaraan yang melintas di jalan ERP ini harus memiliki alat On Board Unit atau disingkat OBU. Alat ini berisikan uang elektronik yang akan terdebet secara otomatis setiap kendaraan lewat jalan yang terpasang pemindai di jalan ERP. Adapun usulan dishub DKI pengendara kendaraan bermotor berbasis listrik yang melewati jalan berbayar akan dikenai tarif rp 5.000-rp.

#4: Lokasi Jalanan Berbayar Di Jakarta.

  1. Jalan Pintu Besar Selatan.   
  2. Jalan Gajah Mada.    
  3. Jalan Hayam Wuruk.    
  4. Jalan Majapahit.    
  5. Jalan Medan Merdeka Barat.    
  6. Jalan Moh. Husni Thamrin.    
  7. Jalan Jend. Sudirman.    
  8. Jalan Sisingamangaraja.    
  9. Jalan Panglima Polim.    
  10. Jalan Fatmawati (simpang Jalan Ketimun 1-simpang Jalan TB. Simatupang).    
  11. Jalan Suryopranoto.    
  12. Jalan Balikpapan.    
  13. Jalan Kyai Caringin.    
  14. Jalan Tomang Raya.    
  15. Jalan Jenderal S. Parman (simpang Jalan Tomang Raya-simpang Jalan Gatot Subroto).    
  16. Jalan Gatot Subroto.    
  17. Jalan M.T Haryono.    
  18. Jalan D.I Panjaitan.    
  19. Jalan Jend. Ahmad Yani (simpang Jalan Bekasi Timur Raya-simpang Jalan Perintis Kemerdekaan).    
  20. Jalan Pramuka.    
  21. Jalan Salemba Raya.    
  22. Jalan Kramat Raya.    
  23. Jalan Pasar Senen.    
  24. Jalan Gunung Sahari.    
  25. Jalan H.R Rasuna Said.

Baca juga: Catet Nih Update Toyota Veloz Bekas di Tahun 2023

Berkendara di jalan berbayar lebih efisien

Kalau begini mungkin banyak orang yang mikir dua kali beli mobil, terutama mobil baru. Nanti akan bayar tol, bayar bensin sampai bayar buat melewati jalan tertentu. Solusinya adalah membeli mobil bekas dengan kualitas terbaik. Namun kalau untuk saat ini tidak bisa sembarangan ya otofriends dalam membeli mobil bekas. Karena jika salah pilih malah membeli mobil yang banyak PR nya.

Lebih baik membeli mobil bekas dengan layanan independen Jasa Inspeksi Mobil Bekas dari Otospector. Tim Otospector secara independen mengecek dan memberikan laporan pada mobil bekas yang akan kamu beli, jadi membeli mobil bisa lebih tenang, aman dan nyaman.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Rekomendasi Mobil Bekas 40 Jutaan di Indonesia

Januari 20, 2026
Informasi tentang mobil bekas 40 jutaan masih sering dicari oleh para peminat yang sedang berburu mobil bekas. Selain anggaran 40 jutaan memang relatif terjangkau dan masuk akal, faktanya banyak pilihan mobil bekas pada tingkat harga segitu yang masih sangat layak, baik dari sisi penampilan maupun performa. Dengan harga 40 jutaan, di pasaran banyak pilihan mobil
Baca Lebih Lanjut

Rupanya Ini Alasan Pemerintah Stop Insentif Mobil Listrik

Januari 16, 2026
Salah satu isu di dunia otomotif yang paling jadi sorotan pada awal 2026 ini, apalagi kalau bukan pemerintah stop insentif mobil listrik. Keberadaan mobil listrik di jalan-jalan saat ini yang terasa semakin marak, memang tak lepas dari insentif pemerintah itu. Berkat insentif, sejumlah produsen mobil dari berbagai negara, berani menjajaki pasar otomotif Indonesia dengan mendatangkan
Baca Lebih Lanjut

Serius Jualan di Indonesia, Dua Merek Ini Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang

Januari 14, 2026
Meski penjualan otomotif nasional sedang lesu beberapa tahun belakangan, tetapi ternyata tetap ada investasi di sektor ini, bahkan sampai membangun pabrik mobil listrik di Subang. Fakta itu jadi bukti, masih ada sejumlah pengusaha yang optimis dan punya harapan untuk sektor otomotif di masa mendatang. Apalagi pabrik yang dibangun adalah mobil listrik, di mana pemerintah sedang
Baca Lebih Lanjut