Download Aplikasi OTOS
Install

Apa Saja Pemicu Aquaplaning Mobil?

Juli 09, 2024
By Thomas W
Apa Saja Pemicu Aquaplaning Mobil?-otospector

Di musin kemarau dengan banyak hujan seperti sekarang ini, para pengemudi harus ekstra waspada terhadap pemicu aquaplaning mobil. Masalahnya, situasi ini sering kali terjadi secara tidak terduga. Tiba-tiba saja, di tengah perjalanan, mobil tergelincir dan meluncur tanpa terkendali. Ujung-ujungnya bisa mengakibatkan kecelakaan dan memakan korban. 

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

Kabar baiknya, kondisi aquaplaning ini sebenarnya bisa dikenali bahkan bisa dicegah. Jadi, tergantung dari pemilik dan pengendara mobil dalam mempersiapkan kendaraannya agar tidak menghadapi situasi semacam ini. Dan jangan lupa untuk selalu mengenali kondisi jalan. 

Apa saja kira-kira pemicu aquaplaning mobil:

#1: Adanya Genangan Air yang Dalam

Genangan air di tol

Sumber: Bumntrack.co.id

Penyebab utama aquaplaning tentu saja adanya genangan air yang cukup dalam. Semakin dalam, peluang dari ban mobil untuk kehilangan traksi dan tergelincir, jadi semakin besar. 

Kondisi ini bukan hanya terjadi pada saat hujan. Bisa juga terjadi setelah hujan, atau dalam kondisi tertentu di mana jalanan dipenuhi genangan air karena sebab-sebab lain. 

Jadi, jangan selalu berpatokan pada hujan saja!

Baca juga: Rahasia TWI Pada Perawatan Ban Mobil

#2: Tingginya Kecepatan Kendaraan

Tingginya kecepatan kendaraan

Sumber: Larmoyeux & Bone

Berkendara dengan kecepatan tinggi pada situasi jalanan yang penuh genangan, tentu saja akan membuat ban jadi kehilangan cengkeraman sehingga menyebabkan mobil tergelincir. 

Karena itulah, dalam kondisi banyak genangan, kita disarankan untuk mengurangi kecepatan dari biasanya.

Pada dasarnya tidak ada ukuran pasti kecepatan yang ideal pada saat jalanan penuh dengan genangan. Karena kondisi itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti intensitas hujan, kedalaman genangan, kondisi ban, kondisi jalan, kemampuan Otofriends dalam mengemudi. 

Dalam mengurangi kecepatan, kita harus memperhitungkan dengan kendaraan di sekitar. Misalnya dengan memperhatikan “aturan tiga detik” terhadap kendaraan di depan, sehingga kita terhindar dari pengereman mendadak dan punya persiapan jika melihat ada kendaraan di depan kita tiba-tiba tergelincir.

#3: Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai

Pengecekan tekanan ban

Sumber: Kompas.com

Tekanan angin ban yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, tentu akan berpengaruh pada kemampuan ban menyalurkan atau membuang air saat melintasi jalan basah. 

Tekanan yang tidak sesuai juga membuat ban tidak bisa menapak dengan baik. Sehingga mengganggu kestabilan dalam berkendara. 

Periksa selalu tekanan ban, terutama saat berkendara dalam situasi hujan atau banyak genangan. Apalagi dalam perjalanan yang relatif jauh dan lancar, sehingga kecepatan juga relatif tinggi.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Alur Tapak Ban yang Sudah Halus

Alur tapak ban yang sudah halus

Sumber: Gridoto

Pada ban yang sudah tinggi usia pemakaiannya, maka alur ban biasanya akan sudah terkikis bahkan sejajar dengan permukaan dasar ban. 

Kondisi ini tentu memperbesar terjadinya aquaplaning karna alur ban tidak bisa optimal mengalirkan atau membuang air di permukaan ban. 

Untuk menghindari aquaplaning, kita butuh ban yang punya beberapa karakteristik. Pertama, alurnya cukup dalam sehingga punya kemampuan mengalirkan air dengan lebih baik dibanding jika alurnya dangkal. 

Berikutnya adalah lebar tapak yang sesuai. Jika lebar tapak ban sesuai dengan ukuran kendaraan, maka area kontak dengan permukaan jalan akan lebih luas. Kondisi ini akan meningkatkan traksi dan mencegah ban tergelincir. 

Desain pola tapak juga ikut berpengaruh. Pilihlah ban dengan pola tapak yang dirancang untuk mengalirkan air secara efektif.

Pola tapak yang digunakan sebagai pencegah aquaplaning adalah pola asimetris (alur yang lebih besar di bagian luar), pola directional (alur yang mengarah ke satu arah), dan pola alur lurus (alur lurus yang membelah air pada bagian depan).

Baca juga: Tak Terbantahkan Soal Kelebihan dan Kekurangan RWD

Cara memastikan kaki-kaki mobil bekas masih layak untuk digunakan sehari-hari

Kaki-kaki mobil adalah komponen yang rawan akan kerusakan dan keausan. Ini terutama terjadi pada mobil-mobil yang sudah berusia tua (di atas 10 tahun) atau dengan jam terbang yang tinggi. Karena itu, pada mobil bekas, kondisi kaki-kaki harus dipastikan benar-benar sebelum unit akan dibeli.

Untuk mengetahui kondisi kaki kaki mobil bekas, jangan ragu menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan prosedur inspeksi mobil di lebih dari 150 titik, Otofriends akan dapat gambaran tentang kondisi mobil secara keseluruhan. Hasilnya jadi referensi dalam pengambilan keputusan pembelian.  

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Biar Nyaman Di Jalan, Ini Langkah Perawatan Mobil Jelang Mudik Idul Fitri 2026

Maret 07, 2026
Kalau Otofriends ada rencana pulang kampung saat Idul Fitri nanti, tentu harus melakukan perawatan mobil menjelang mudik Idul Fitri 2026. Mungkin ada sebagian orang bertanya, apa perawatan ini benar-benar perlu? Soalnya selama ini mobil sudah diservis rutin di bengkel resmi. Meski mobil biasa dipakai harian dan kondisinya selalu oke, perawatan menjelang perjalanan jauh, tetap perlu.
Baca Lebih Lanjut

Biar Gak Boncos, Begini Cara Mencegah Transmisi Matic Overheat

Maret 06, 2026
Hah, serius, transmisi matic bisa overheat? Wajar, kalau ada sebagian pemakai matic yang baru tahu fakta ini. Overheat, lebih tepatnya, suhu dari oli pelumas transmisi melonjak melebihi idealnya. Dari yang biasanya di kisaran 80°C hingga 100°C, mencapai 120 derajat C bahkan lebih Kalau sudah terlalu panas, oli akan kehilangan kemampuan pelumasannya. Tentu saja bakal muncul
Baca Lebih Lanjut

Testimoni Bertabur Bintang! Ini Rekomendasi Bengkel AC di Jakarta Timur

Maret 04, 2026
Buat Otofriends yang berdomisili di Jakarta Timur dan sekitarnya, apalagi yang sehari-hari berkendara dengan roda empat, wajib nih tahu rekomendasi bengkel AC di Jakarta Timur. Buat pengendara mobil di Jakarta, AC memang sudah jadi barang wajib yang ada di kabin. Gak bisa dibayangkan, kalau harus berpergian tanpa AC, apalagi di siang hari. Tetapi ternyata, tidak
Baca Lebih Lanjut