Tak Terbantahkan Soal Kelebihan dan Kekurangan RWD

Juni 10, 2024
By Thomas W
Tak Terbantahkan Soal Kelebihan dan Kekurangan RWD-otospector

Kelebihan dan kekurangan RWD belakangan sering dibicarakan orang, terutama karena sekarang ini, mobil-mobil keluaran terbaru banyak menggunakan sistem FWD. Sebut saja mobil-mobil MPV populer produksi dari Toyota, Mitsubishi, atau Suzuki, umumnya sudah memilih memakai FWD.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

Di masa lalu memang banyak mobil-mobil legendaris menggunakan RWD, tapi karena berbagai pertimbangan, sistem ini mulai ditinggalkan oleh produsen. Akibatnya, banyak konsumen yang mempertanyakannya. Terutama mereka yang fanatik dengan sistem RWD dan merasa terpuaskan. 

Kira-kira apa saja pertimbangan pabrikan menggunakan FWD? Mungkin kelebihan dan kekurangan RWD bisa jadi gambaran:

Kelebihan RWD

#1: Distribusi Bobot Bisa Merata

distribusi bobot yang merata

Sumber: Pakwheels.com

Mobil sistem RWD punya kelebihan dalam distribusi bobot. Karena posisi mesin ada di depan, maka komponennya bisa diatur tata letaknya sedemikian rupa, sehingga girboks dan as kopel (drive shaft) di tengah dan gardan (diferensial) di belakang. 

Distribusi bobot yang baik membuat sistem RWD punya handling yang lebih baik. Hanya memang cenderung oversteer.

Sebenarnya, RWD tidak hanya untuk mesin depan saja. RWD juga fleksibel untuk dikombinasikan mesin tengah atau mesin belakang. Itu juga salah satu kelebihan lain. 

Fungsi roda depan yang hanya untuk kemudi dan roda belakang yang hanya untuk penggerak, membuat distribusi bobot pada masing-masing roda juga lebih optimal. Efeknya, usia pakai pada komponen suspensi, kemudi dan penggerak dapat lebih panjang.

Baca juga: Mencegah Rem Mobil Terkunci Ketika Mobil Diparkir Lama

#2: Mampu Melahap Tanjakan Lebih Baik

mampu menanjak lebih baik

Sumber: Wuling.id

Sudah banyak bukti yang memperlihatkan, mobil-mobil RWD relatif lebih andal saat menghadapi tanjakan curam dibanding FWD. 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Terutama karena roda penggerak ada di belakang, maka ban tak mudah kehilangan traksi pada saat menanjak di tanjakan yang curam. 

Faktor lainnya, pada saat mobil menanjak, bobot akan cenderung ke belakang, sehingga mobil dengan FWD akan mudah kehilangan traksi. 

Kekurangan RWD

#1: Penyaluran Tenaga Kurang Efisien

tenaga kurang efisien

Sumber: Astra-Daihatsu.id

Karena posisi mesin ada di depan, maka penyaluran tenaga ke roda belakang harus melewati beberapa komponen seperti girboks dan as kopel hingga gardan belakang. 

Proses yang panjang itu membuat tenaga mesin banyak “terserap” sebelum sampai roda belakang. Reduksi tenaga ini bahkan bisa sampai 30 persen. 

#2: Ruangan Tidak Efisien

ruangan tidak efisien

Sumber: Cars.com

Umumnya RWD menganut layout mesin membujur atau longitudinal, sehingga ruang mesin cenderung lebih besar. Dimensi keseluruhan jadi lebih besar dan mengorbankan ruang penumpang.

Lantai kabin juga tidak bisa terlalu lega karena harus memuat jalur untuk transmisi dan as kopel. Kaki penumpang akan terasa sempit dan agak ribet.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#3: Biaya Tidak Efisien

biaya tidak efisien

Sumber: Integrity-Indonesia.com

Proses penyaluran tenaga dari mesin ke roda belakang yang panjang, membuat konsumsi BBM pada RWD cenderung tidak efisien. Selisihnya dibanding sistem FWD bisa sampai 10 persen.

Dari segi biaya komponen, penggerak roda belakang juga lebih mahal sebab lebih banyak komponen yang digunakan dibanding FWD. Biaya perawatannya juga butuh lebih besar lagi. 

Baca juga: Adu Kuat, Ini Kelebihan dan Kekurangan FWD

Bagaimana cara cek kaki-kaki mobil bekas?

Kaki-kaki mobil memang merupakan bagian yang rawan akan kerusakan. Apalagi pada mobil yang usianya sudah cukup tua. Pemakaian selama sekian waktu akan membuat kaki-kaki sudah tidak berfungsi optimal.

Cara sederhana untuk memeriksa kaki-kaki adalah dengan membawa mobil berjalan di jalanan yang tidak mulus. Perhatikan apakah ada bunyi, getaran, atau kondisi yang kurang enak. Jika ada keluhan, pastikan juga pemeriksaan lebih lanjut ke bengkel spesialis kaki-kaki.

Untuk tahu kondisi kaki kaki mobil bekas, jangan ragu menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Dengan prosedur inspeksi mobil di lebih dari 150 titik, Otofriends akan dapat gambaran tentang kondisi mobil secara keseluruhan. Hasilnya jadi referensi dalam pengambilan keputusan pembelian.  

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Garansi Pabrikan vs Garansi Mobil Bekas Independen

Juni 11, 2026
Membeli mobil bekas sering menjadi pilihan cerdas bagi banyak masyarakat Indonesia. Selain harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru, pembeli juga bisa mendapatkan kendaraan dengan fitur yang masih modern dan kondisi yang masih sangat layak pakai. Namun, ada satu hal yang sering membuat calon pembeli ragu, yaitu soal garansi. Tidak sedikit Otofriends yang menemukan mobil
Baca Lebih Lanjut

Selain Getar dan Nglitik, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Juni 05, 2026
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi. Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km. Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km –
Baca Lebih Lanjut

Selain Jadi Kerak, Ini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

Juni 03, 2026
Ganti oli mesin mobil sebenarnya aktivitas yang rutin dalam perawatan mobil. Setiap periode antara 5.000 km – 10.000 km, tergantung jenis olinya, harus dilakukan pergantian oli baru, baik di bengkel resmi atau dikerjakan sendiri. Masalahnya, gak semua pemilik mobil, punya kesadaran yang sama dalam merawat mobil sendiri. Karena berbagai alasan, bisa saja oli mesin terlambat
Baca Lebih Lanjut