;
Klik disini untukMenjadi Dealer Rekanan Otospector

Grand Livina Bekas Harganya Kian Turun, Ini 5 Penyebabnya

Oktober 20, 2020
By Thomas W
Grand Livina Bekas Harganya Kian Turun, Ini 5 Penyebabnya-otospector

Saat ini di pasaran memang hanya tersedia Nissan Grand Livina bekas. Tanpa produk baru yang meluncur, keberadaannya seolah terlupakan. Namun jika kita mengingat pada periode pertengahan dekade 2000-an, siapa yang tidak kenal dengan low MPV andalan Nissan ini.

Dengan tongkrongan yang manis, ditambah keunggulan dalam hal pengendalian, kapasitas kabin, serta efisiensi konsumsi BBM, menjadikan Grand Livina sempat jadi primadona di jalanan. Tak heran pada tahun-tahun pertamanya, low MPV ini terjual 20 ribu hingga 30 ribu unit per tahun.

Kala itu Grand Livina seolah membuka mata pasar otomotif Indonesia, bahwa sebuah low MPV juga bisa didesain dengan sangat baik. Selain itu, mobil ini juga dianggap memiliki kenyamanan yang di atas rata-rata mobil sekelasnya. Harus diakui, kompetitor juga langsung berbenah diri setelah melihat kenyataan ini.

Namun seiring waktu berjalan, pamor Grand Livina perlahan-lahan meredup. Apa saja faktor yang mempengaruhinya? Mari kita simak fakta-fakta berikut:

#1: Nissan Mengalami Ujian Berat

Perjalanan bisnis Nissan di Indonesia beberapa tahun belakangan memang kurang menguntungkan. Setelah angka penjualan yang terus anjlok, beberapa masalah internal juga mempengaruhi kinerja perusahaan baik di tingkat global maupun regional, hingga akhirnya kita mendengar berita tentang penutupan pabrik Nissan di Indonesia pada tahun 2020 ini.

Dua tahun terakhir Nissan merestrukturisasi perusahaan dengan mengurangi jumlah karyawan hingga tinggal 300 orang. Semula jumlah tenaga kerja tersebut diproyeksikan untuk memproduksi Datsun. Pabrik Nissan di Jawa Barat rencananya hanya akan memproduksi mesin Xpander-Livina dan mobil listrik. Namun belakangan prinsipal memutuskan untuk memusatkan basis produksi Asia Tenggara di Thailand sehingga akhirnya rencana bisnis itu tidak terlaksana.     

#2: Kondisi Perusahaan

Beli Mobil Bekas Akhir Tahun

Faktor persoalan internal dalam perusahaan Nissan tadi sedikit banyak mempengaruhi persepsi konsumen terhadap kelangsungan produk-produk Nissan. Situasi ini sebenarnya umum terjadi ketika sebuah pabrikan otomotif mengalami permasalahan. Pada masa itu, Nissan sebenarnya tidak sendirian. Setidaknya Ford dan Chevrolet juga mengalami hal yang sama.

Kekhawatiran konsumen terutama menyangkut layanan purnajualnya. Ada kekhawatiran kalau kualitas layanan mengalami penurunan, bahkan layanan menghilang sama sekali. Meski sebenarnya tidak pernah terbukti, kenyataan ini ternyata telanjur memengaruhi harga Grand Livina bekas di pasaran.

Baca juga: Mesin Cepat Panas Saat AC Mobil Hidup? Ini Penyebab Serta Solusinya!

#3:  Persepsi Masyarakat

Dalam channel Youtube Otoseken, Dandy, anggota komunitas Grand Livina Club mengakui kalau brand Nissan kurang menancap di benak konsumen Indonesia. “Tidak bisa masuk top of mind,” kata dia. Faktor ini rupanya cukup kuat memengaruhi harga Grand Livina bekas di pasaran.

Ada persepsi di masyarakat tentang after sales, spare part yang sulit dan mahal, durability yang kurang baik, atau komponen yang kurang awet. Meski semua itu, menurut Dandy, hanya sekadar persepsi yang belum tentu benar. Buktinya antara lain, komunitas Nissan tetap solid dan tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut.

#4:  Spare Part Nissan Dianggap Mahal

Ada sementara orang yang berpendapat kalau spare part Nissan susah didapat dan mahal. Anggapan itu lagi-lagi dibantah Dandy. Menurut dia, harga spare part sebenarnya sebanding dengan kualitas dan usia pakai. Bahkan bisa lebih awet dibandingkan spare part serupa merek kompetitor. Dengan catatan, spare part dalam kondisi original.

Sementara itu masih di channel Youtube Otoseken, Sugianto dari bengkel Nissan Auto Clinic mengatakan kalau untuk spare part slow moving memang lebih mahal. Tapi kalau untuk fast moving, sebenarnya sama dengan merek-merek lain. Itupun faktornya karena untuk fast moving tidak banyak “barang KW-nya” jika dibandingkan kompetitor.

#5:  Produknya Dianggap Punya Kekurangan

Mobil Bekas Diesel

Ada persepsi yang salah dari sebagian orang bahwa Grand Livina punya berbagai “kelemahan” saat dipakai di jalanan. Misalnya tidak kuat menanjak, karena memang berpenggerak roda depan. Ground cleareance-nya yang rendah juga sering dikeluhkan, selain peredaman kabin yang memang kurang sempurna.

Kompresi mesin yang tergolong tinggi dibanding mobil-mobil pada kelasnya (10,5:1) membuat mobil ini memang lebih tepat mengonsumsi BBM dengan RON 92 atau Pertamax. Padahal Pertamax masih dianggap sebagai BBM yang relatif mahal bagi sebagian orang. Rupanya faktor BBM ini juga dianggap sebagai masalah. Meski mobil ini tergolong irit, namun jenis BBM yang sebaiknya ditenggak, ternyata bisa membawa pengaruh signifikan untuk sebagian masyarakat.

Baca juga: Lebih Baik Mana Ya, Membeli Mobil Bekas Manual atau Matic?

Meski harga Grand Livina bekas turun jauh dari harga belinya, bukan berarti peminatnya di bursa mobil bekas juga ikutan sepi. Laporan dari beberapa media yang mengutip pedagang mobil bekas, mobil ini tetap punya pasarnya sendiri. Terutama konsumen yang menginginkan mobil yang nyaman dengan harga terjangkau.

Jika Anda memang berminat memiliki sebuah Nissan Grand Livina bekas , jangan ragu untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector untuk memastikan kondisinya cukup prima. Dengan mendapatkan mobil dengan kondisi terbaik, kita akan merasa puas memakainya dan tidak khawatir akan adanya kerusakan.

Baca Artikel Lainnya

Inilah Keuntungan Melakukan Pengecekan Mobil Bekas Sebelum Membelinya
Februari 19, 2018
Melakukan pengecekan mobil bekas sebelum dibeli, buat apa sih? Buang-buang uang, toh jika mobil mengalami kerusakan, kita bisa protes dan minta uang dikembalikan! Ah, lebih baik uang untuk mengecek digunakan untuk beli aksesoris mobil saja. Mungkin beberapa dari Anda juga pernah menggumamkan hal di atas bukan? Pengecekan mobil bekas sebenarnya tidak boleh dipandang sebelah mata.
Pahami Dulu Istilah Jual-Beli Mobil Ini Sebelum ke Dealer atau Pameran!
Februari 07, 2018
Ada banyak sekali istilah jual-beli mobil yang biasanya digunakan para sales. Mengetahui beberapa di antaranya akan membuat Anda lebih luwes berkomunikasi dengan sang penjual. Selain itu, cara ini juga dapat membuat Anda tak terkelabui penjual mobil yang nakal. Sebelum Anda pergi ke dealer, showroom, ataupun pameran sebaiknya pahami dulu istilah jual-beli mobil tersebut. Cara ini
4 Tips Ini Wajib Diketahui Sebelum Membeli Mobil Sport Bekas
Januari 30, 2018
Keren dan juga penuh tenaga di jalan raya, siapa yang tidak ingin punya mobil sport? Biarpun banyak yang suka, tidak semua orang bisa membelinya karena harga yang sangat mahal. Bagi beberapa orang, solusinya adalah membeli mobil sport bekas. Sebelum menjatuhkan pilihan pada mobil yang diinginkan, tentu Anda akan melakukan riset pencarian terlebih dulu bukan? Jangan
Biaya Tambahan yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Mobil Bekas
Januari 22, 2018
Apakah Anda tengah mempersiapkan diri untuk membeli mobil di awal tahun ini? Selain mengeluarkan uang untuk membeli mobil, ternyata ada pula biaya tambahan lain yang perlu dipersiapkan. Kira-kira biaya tersebut mencakup apa saja? Supaya tidak kaget dan bisa mempersiapkan keuangan lebih matang, ketahui dulu daftarnya di bawah ini. #1: Biaya Provisi Jika Anda membeli mobil bekas
Baca Artikel Lainnya