Download Aplikasi OTOS
Install

4 Langkah Memeriksa Kaki-Kaki Mobil Bekas

September 05, 2019
By Thomas W
4 Langkah Memeriksa Kaki-Kaki Mobil Bekas-otospector

Selain mesin dan bodi, komponen yang wajib mendapat perhatian ketika kita hendak membeli mobil bekas adalah kaki-kaki mobil. Pemeriksaan  bagian ini jadi semakin penting terutama ketika mobil yang akan dibeli, sudah cukup berumur.

Maklum saja, fungsi kaki-kaki memang akan menurun seiring pemakaian kendaraan. Apalagi, komponen ini merupakan bagian dari mobil yang terus mendapat tekanan.  

Bagian dari kaki-kaki yang wajib diperiksa adalah:

#1: Bushing arm

Bushing Arm Mobil Bekas

Alat ini berfungsi meredam getaran pada sambungan antarkomponen pada kaki-kaki mobil. Dengan bentuk selongsong besi yang disokong karet, bushing arm jadi titik tumpu roda dan lengan pencengkeram roda.

Bushing arm yang rusak akan membuat mobil tidak nyaman dikendarai. Suaranya juga akan menjadi berisik. Untuk memeriksanya, cukup dengan mengamati laju mobil saat dikendarai. Jika melenceng ke kanan atau kiri, artinya bushing arm bermasalah.

#2: Bearing

Bearing Mobil

Komponen ini bertugas menjadi bantalan di roda sehingga mempengaruhi putaran roda. Bearing juga memberi pengaruh pada kestabilan laju mobil. Boleh dikata, komponen ini merupakan salah satu bagian terpenting.

Untuk mendeteksi kerusakan, perhatikan putaran roda satu per satu. Dongkrak mobil lalu putar ban secara manual. Kalau terdengar suara gemuruh, berarti ada masalah pada bearing.

Baca juga: 5 Kesalahan Membeli Mobil Bekas Yang Berujung Kerugian. Anda Perlu Tahu!

#3: Shockbreaker

Shockbreaker mobil

Alat yang berfungsi sebagai peredam guncangan ini bila tidak berfungsi maka akan berpengaruh pada kestabilan berkendara.  Seiring usia kendaraan, daya redam shockbreaker juga akan menurun. Akibatnya mobil terasa limbung. Apalagi jika kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.

Untuk mendeteksi kerusakan pada shockbreaker adalah dengan memperhatikan apakah ada suara bising saat mobil melaju. Bisa juga dengan memacu mobil dengan kecepatan tinggi di jalanan lurus. Bila mobil terasa limbung, artinya shockbreaker bermasalah.

#4: Ban

Ban Mobil

Setelah melalui perjalanan panjang atau seiring usia kendaraan, salah satu bagian mobil yang terpengaruh adalah ban mobil. Sebab, ban mendapat gesekan langsung dari aspal dan bekerja paling keras dalam perjalanan.

Perawatan ban umumnya dilakukan dengan rotasi ban. Rotasi rutin akan menjamin keawetan ban dan memberi kenyamanan pada laju kendaraan. Ban yang permukaannya aus sebagian juga bisa menjadi indikator adanya masalah pada kaki-kaki kendaraan.  

Baca juga: Warna Mobil Bekas Ternyata Berpengaruh Pada Harga Jual. Ini Faktanya!

Kaki-kaki mobil yang bermasalah tentu akan mempengaruhi kenyamanan, bahkan keselamatan saat berkendara. Abai terhadap kerusakan ini bukan tidak mungkin akan membuat kerusakan merambat ke bagian-bagian lain.

Jikalau Anda tidak memiliki kesempatan atau kemampuan untuk memeriksa sendiri, maka tak ada salahnya meminta tenaga profesional dan berpengalaman. Salah satunya dengan melibatkan jasa pemeriksaan independen dan terpercaya.   

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Sama-sama Busi, Tapi Antara Mobil ICE dengan Mobil Hybrid Banyak Bedanya  

Juni 13, 2026
Selain mobil berbahan bakar bensin dengan pembakaran dalam (internal combustion engine – ICE), saat ini kita juga mulai akrab dengan teknologi mobil hybrid dan mobil listrik. Di antara kedua mobil berteknologi terbaru itu, mobil hybrid-lah yang masih rada-rada mirip dengan mobil ICE. Soalnya keduanya sama-sama masih pakai mesin berbahan bakar bensin. Tapi sebenarnya kalau kita
Baca Lebih Lanjut

Selain Getar dan Nglitik, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Juni 05, 2026
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi. Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km. Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km –
Baca Lebih Lanjut

Selain Jadi Kerak, Ini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

Juni 03, 2026
Ganti oli mesin mobil sebenarnya aktivitas yang rutin dalam perawatan mobil. Setiap periode antara 5.000 km – 10.000 km, tergantung jenis olinya, harus dilakukan pergantian oli baru, baik di bengkel resmi atau dikerjakan sendiri. Masalahnya, gak semua pemilik mobil, punya kesadaran yang sama dalam merawat mobil sendiri. Karena berbagai alasan, bisa saja oli mesin terlambat
Baca Lebih Lanjut