Sebelum Melirik Mobil LCGC Bekas, Baca Dulu Catatan Ini

September 13, 2020
By Thomas W
Sebelum Melirik Mobil LCGC Bekas, Baca Dulu Catatan Ini-otospector

Mobil-mobil yang termasuk dalam  program Low Cost Green Car (LCGC) boleh jadi termasuk pilihan yang menarik dalam deretan mobil bekas. Tahunnya tidak terlalu tua, harganya juga relatif bersahabat. Modelnya pun sebenarnya juga tidak kalah menarik.

Akan tetapi sebelum capcus ke dealer, mari kita perhatikan beberapa fakta berikut ini:

#1: Bukan merupakan mobil dengan spesifikasi tinggi

Toyota Calya

Calon pembeli mesti menyadari, mobil LCGC bukanlah jenis mobil berspesifikasi tinggi. Boleh dikatakan, mobil ini cukup rentan. Peruntukan idealnya sebenarnya hanya untuk pemakaian sehari-hari di dalam perkotaan.

Jadi jangan berekspektasi terlalu tinggi terhadap mobil yang memang punya banyak keterbatasan, seperti dalam hal kinerja dan kenyamanan. Kelemahan yang paling terasa adalah soal kubikasi mesin yang cukup terbatas. Akibatnya saat mesin dipacu terus menerus, apalagi dalam kondisi lalu lintas yang padat, maka mesin akan cepat panas. Risikonya, mesin akan cepat aus.

Pada umumnya bobot mobil LCGC tergolong ringan. Kondisi ini menjadi kelemahan karena akan membuat mobil tidak stabil dan terasa oleng, terutama saat dipacu dalam kecepatan tinggi. Waspada pula saat mobil berpapasan dengan kendaraan lain yang lebih besar, karena bukan hanya akan berpengaruh terhadap kenyamanan melainkan juga keamanan kendaraan.

#2: Rekam jejak servis kendaraan harus jelas

Penyebab Ban Rusak 3

Di antara banyak pilihan mobil, cobalah untuk memprioritaskan mobil dengan rekam jejak servis yang jelas. Rekam jejak ini bisa menjadi gambaran awal tentang kondisi mesin dan suku cadang yang dipakai.

Mobil dengan spesifikasi yang sangat standar atau bahkan minim akan semakin berisiko jika tidak dilakukan perawatan yang semestinya. Komponen-komponen di dalam mesin akan rentan dengan keausan. Artinya tanpa perawatan yang berarti, maka kondisi mesin bisa sangat parah.

Ada fakta lain yang menyatakan bahwa mobil LCGC umumnya tidak dipakai harian, melainkan hanya jadi mobil pada akhir pekan. Nah, dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan pula kedisiplinan dari pemilik untuk menjaga kondisi bensin, oli, dan pelumas lainnya yang kualitasnya bisa berkurang seiring berjalannya waktu. Jika kualitasnya menurun, maka efeknya adalah performanya pada mesin dan bahkan berakibat pada kerusakan mesin.

Baca juga: Sedan Di Bawah 5 Tahun Rekomendasi Buat Anak Muda

#3: Semakin muda tahunnya, akan semakin baik

Mobil LCGC Bekas

Dalam membeli mobil bekas, memang ada rumus dasar: semakin muda tahun produksinya, tentu semakin baik. Hal ini juga berlaku saat memilih mobil LCGS. Sebaiknya menghindari dulu mobil yang sudah cukup berusia, apalagi kalau odometernya sudah cukup tinggi.

Usia mesin yang cukup tua membuat kinerjanya juga sudah tidak optimal dan membutuhkan perbaikan yang cukup lumayan.  Patokannya untuk odometer patokannya tidak lebih dari 60.000 km. Di atas dari angka tersebut, maka pembeli harus memastikan betul bagian mana yang sudah membutuhkan pergantian.

Mengingat mobil LCGC pada umumnya menggunakan kualitas material yang standar, maka perlu juga dipastikan bahwa fungsi-fungsi fitur dan peralatan di dalam kendaraan masih berjalan normal. Bersiap untuk melakukan pergantian bila memang sudah aus.

#4: Waspada jika sudah servis besar

Mobil LCGC Bekas

Salah satu risiko jika mobil memiliki masa pakai yang panjang adalah mesin harus diperbaiki dan diservis besar (overhaul). Kondisi sesudah servis besar ini dijamin tidak akan kembali optimal seperti sediakala. Tentu saja kinerjanya akan jauh menurun dan pemakaian bahan bakar tidak lagi efisien.

Pada mobil LCGC, risiko pernah melakukan overhaul ini menjadi semakin besar karena kondisi-kondisi bawaannya. Apalagi pada mobil yang dipakai harian dan menghadapi medan yang cukup berat. Misalnya, pada penggunaan untuk taksi online atau kendaraan operasional perusahaan.

Apabila memang mesin didapati sudah pernah melakukan overhaul, maka harus dipastikan performanya mendekati optimal. Atau kondisi ini harus bisa dikompensasikan pada harga mobil secara keseluruhan.

#5: Pastikan kondisinya agar harganya sesuai  

Mobil LCGC Bekas

Agar pembeli mengetahui secara pasti kondisi kendaraan secara keseluruhan, maka sebaiknya ajak mekanik yang terpercaya untuk melakukan pengecekan. Atau jika tidak ada, bisa menggunakan jasa layanan inspeksi mobil seperti Otospector.

Pengecekan mobil LCGC umumnya lebih sederhana dan relatif mudah. Lebih sempurna lagi, jika bisa dilakukan test drive, sehingga dapat dirasakan performanya secara langsung dan lebih memastikan kondisi mobil secara keseluruhan.

Dengan mengetahui kondisi yang mendekati sebenarnya, kita bisa memperkirakan harga yang pantas jika ada penawaran untuk mobil semacam ini. Informasi ini juga bisa digunakan untuk negosiasi harga.

Baca juga: Ban Perlu Dirawat, Berikut Beberapa Tipsnya

Mobil LCGC memang bukan satu-satunya pilihan mobil bekas yang harganya bersahabat. Namun dengan harga yang cukup miring, kita bisa mendapatkan mobil dengan kondisi yang lebih baik dan tahun produksi yang relatif muda. Tapi dengan catatan jika pemilik sebelumnya melakukan perawatan yang semestinya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Toyota Land Cruiser FJ Bikin Heboh Booth Toyota di GIIAS 2026, Ini Spesifikasinya!

Agustus 05, 2026
Di tengah ramainya perhatian publik kepada deretan mobil-mobil elektrifikasi di Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2026, ternyata PT. Toyota Astra Motor (TAM) masih sanggup memaksa pengunjung mampir dan berdecak kagum di booth-nya. Barang sejenak, publik tersihir oleh Toyota Land Cruiser FJ, compact SUV off-roader yang kehadirannya September tahun lalu di Tokyo Mobility Show juga
Baca Lebih Lanjut

Mitsubishi New Xforce HEV Hadir di GIIAS 2026 Bisa Tempuh 1.000 Km! Ini Spesifikasinya

Agustus 04, 2026
Otofriends, Mitsubishi akhirnya ikut meramaikan persaingan mobil hybrid di Indonesia lewat New Xforce HEV. Menariknya, SUV kompak ini bukan sekadar Xforce biasa yang ditambahkan motor listrik. Mitsubishi membawa sistem hybrid generasi kedua yang diklaim mampu memberikan sensasi berkendara lebih halus, senyap, responsif, sekaligus efisien. Setelah resmi diperkenalkan di Indonesia pada 16 Juli 2026, New Xforce
Baca Lebih Lanjut

Jetour T2 i-DM Resmi Tampil di GIIAS 2026! Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Agustus 03, 2026
Segmen SUV di Indonesia semaakin ramai dengan kehadiran berbagai model elektrifikasi. Salah satu yang sukses mencuri perhatian di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 adalah Jetour T2 i-DM, SUV bergaya boxy yang menggabungkan desain tangguh khas kendaraan petualang dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Otofriends, jika sebelumnya Jetour dikenal lewat model Dashing
Baca Lebih Lanjut