Begini 8 Langkah Sederhana Pengecekan Transmisi Matic

Desember 02, 2019
By Thomas W
Begini 8 Langkah Sederhana Pengecekan Transmisi Matic-otospector

Populasi mobil bertransmisi otomatis (matic) memang sudah semakin membesar, terutama pada masyarakat perkotaan. Sayangnya, karena tergolong “baru”, teknologi ini masih belum terlalu akrab bagi sebagian besar orang Indonesia. Terutama ketika kita dituntut untuk menilai kondisi transmisinya pada mobil matic yang sudah dipakai sebelumnya atau mobil bekas.

Kita memang tidak harus mengetahui semua gejala kerusakan pada matic, karena cukup rumit dan merepotkan. Namun ada beberapa langkah pengecekan yang mudah, yang bisa kita lakukan secara sederhana:

#1: Muncul bunyi-bunyian

Pengecekan Transmisi Matic - 1

Bunyi-bunyian muncul dari unit transmisi, baik saat tuas ada pada posisi P, R, N, D, 2, 1/L atau pilihan mode lainnya. Kita akan mendengarnya seperti suara dengungan atau logam yang beradu.

#2: Tuas persneling sulit digeser.

Transmisi

Ketika kita hendak mencoba memindahkan-mindahkan tuas, terasa seret atau tidak enteng. Kondisi ini jelas tidak wajar. Keanehan ini akan lebih dapat dirasakan kalau ada perbandingan dengan mobil lain yang sejenis dengan kondisi saat transmisi normal.

Baca juga: Pas untuk Mudik, 5 Mobil Ini Layak Anda Jadikan Pilihan

#3: Perpindahan gigi terjadi entakan

Transmisi Matic

Saat mobil dikendarai dan kecepatan bertambah, terjadi entakan ketika perpindahan gigi otomatis. Perhatikan juga, seberapa kasar entakan tersebut. Kalau dua hal ini terjadi, maka kinerja transmisi sedang tidak prima.

#4: Mobil loyo tak bertenaga

Ciri Tabrakan: Tidak Stabil Berkendara

Ketika tuas sudah masuk ke gigi dan gas diinjak, tarikan terasa sangat berat. Mobil seperti tidak bertenaga dan boros bahan bakar.

#5: Mobil tidak mau jalan

Mobil susah distarter

Mobil tetap diam di tempat, meski tuas sudah digeser ke posisi R, D, 2 atau 1/L dan kemudian pedal gas diinjak. Masalah juga bisa terjadi pada salah satu posisi tuas persneling saja.  

#6: Perpindahan gigi terlalu cepat atau terlalu lambat.

Tips Memilih Mobil Bekas

Perpindahan gigi yang normal, memang menghasilkan sedikit ayunan. Misalnya perpindahan dari gigi 1 ke gigi 2 (untuk non-CVT). Dalam kasus lain, bisa juga perpindahan gigi justru berlangsung lebih cepat, padahal mobil belum mendapat tenaga yang cukup untuk percepatan.

Pada kasus lainnya, perpindahan bisa terlalu lambat. Di saat tenaga mesin sudah cukup untuk dilakukan perpindahan gigi, namun tak kunjung berpindah. Akibatnya proses berlangsung secara tidak mulus. Ini juga menandakan ada masalah.

#7: Adanya kebocoran oli

Melindungi mesin mobil

Kebocoran ini bisa terlihat dari adanya rembesan oli pada unit transmisi. Bisa terjadi pada bak penampungan oli atau dari celah-celah seal yang sudah aus.

#8: Tertahan saat gas dilepas

Pengecekan Transmisi Matic - 8

Saat mobil melaju kencang lalu pedal gas dilepaskan (deselerasi), terasa ada yang menahan kecepatan kendaraan. Gejalanya hanya terasa sesaat saja, sebelum akhirnya kembali normal. Namun ini tanda-tanda adanya masalah.

Baca juga: Ayo, Kenali 5 Ciri yang Menunjukkan Dinamo Ampere Mobil Bermasalah!

Memastikan kondisi transmisi pada mobil matic tentu sangat penting, karena seandainya terjadi masalah atau kerusakan, maka perbaikannya bisa menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Jika mobil sudah cukup berumur, maka risiko kerusakan juga akan semakin besar.

Bila Anda merasa ragu atau tidak punya keahlian untuk memeriksa transmisi, maka tak ada salahnya untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas. Ditangani oleh tenaga-tenaga profesional, kita akan mendapat kepastian mengenai kondisi mobil sehingga dapat mengambil keputusan dengan tepat.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Selain Getar dan Nglitik, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Juni 05, 2026
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi. Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km. Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km –
Baca Lebih Lanjut

Selain Jadi Kerak, Ini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

Juni 03, 2026
Ganti oli mesin mobil sebenarnya aktivitas yang rutin dalam perawatan mobil. Setiap periode antara 5.000 km – 10.000 km, tergantung jenis olinya, harus dilakukan pergantian oli baru, baik di bengkel resmi atau dikerjakan sendiri. Masalahnya, gak semua pemilik mobil, punya kesadaran yang sama dalam merawat mobil sendiri. Karena berbagai alasan, bisa saja oli mesin terlambat
Baca Lebih Lanjut

Mulai 1jtan Pajak Mobil Avanza per Tahun, Ternyata Tidak Semahal yang Dibayangkan

Mei 30, 2026
Ngomongin mobil Toyota Avanza pasti nggak bakal ada habisnya ya kan? Dari zaman pioneer-nya rilis sekitar tahun 2003, ini mobil awet banget buat megang tahta jadi “Mobil Sejuta Umat” andalannya keluarga Indonesia. Ya gimana nggak Otofriends, speknya emang se-ramah itu sih, artinya iritnya nggak ngotak banget deh, ngerawatnya gampang, plus resale value nya itu juga
Baca Lebih Lanjut