Download Aplikasi OTOS
Install

6 Indikasi Kerusakan Rem Pada Mobil Bekas

Desember 12, 2017
By jandika
6 Indikasi Kerusakan Rem Pada Mobil Bekas-otospector

Penampakan yang masih bagus tidak menjamin kualitas mobil bekas yang mau dibeli. Pemeriksaan secara menyeluruh tetap harus dilakukan untuk memastikan kondisinya bagus atau tidak. Salah satu bagian yang vital dan wajib dicek adalah rem pada mobil bekas tersebut.

Saat Anda pergi ke showroom atau bertemu dengan penjual mobil bekas, mintalah izin untuk mengecek bagian rem. Kerusakan pada bagian tersebut dapat Anda kenali melalui beberapa indikasi sebagai berikut:

#1: Terasa Keras

Pedal Rem

Kualitas rem mobil yang masih baik sebenarnya dapat Anda rasakan ketika menginjaknya. Apabila pedal rem terasa keras saat diinjak, berarti ada kerusakan yang terjadi pada booster rem. Bagian ini sendiri berfungsi untuk membantu master rem untuk memompa minyak rem.

Bila bagian tersebut rusak, otomatis jumlah minyak rem yang dipompa pun semakin menipis. Bila tidak segera ditangani, sistem rem yang terdiri dari berbagai komponen logam dapat aus dan cepat panas. akibat paling fatal yang dapat terjadi adalah rem blong.

#2: Rem Bergetar

Disc Brake

Saat melakukan test drive, cobalah berkendara pada kecepatan 80-100 km/jam. Bila pedal rem bergetar saat pengereman jadikan catatan untuk didiskusikan dengan sang penjual. Bisa jadi hal tersebut muncul karena piringan cakram yang sudah tipis atau bergelombang.

Periksa bagian cakram rem apakah ketebalannya masih berada di pada level thickness yang aman atau tidak. Bila ya, cakram dapat diperbaiki dengan cara pembubutan. Bila cakram sudah terlampau tipis, lebih baik lakukan penggantian.

Baca Juga: Ciri-Ciri Sudah Saatnya Ban Mobil Anda Diganti

#3: Rem Tidak Pakem

Oli Rem

Rem yang tak pakem saat diinjak dapat disebabkan oleh dua hal yaitu kondisi master rem serta kampas rem yang sudah rusak. Seperti yang sudah disebutkan di atas, distribusi oli yang tak lagi maksimal oleh master rem dapat mempengaruhi kinerja sistem rem. Sementara itu, menipisnya kampas pun dapat membuat bagian rem tak lagi pakem.

#4: Terasa Dalam Saat Diinjak

Rem Kaliper

Apabila pedal rem pada mobil bekas incaran terasa “jeblos” atau masuk terlalu dalam saat diinjak, jangan dibiarkan begitu saja! Hal tersebut adalah salah satu indikasi rusaknya sistem rem, tepatnya pada bagian master rem.

Rem dengan kondisi seperti itu akan kembali normal bila master rem diganti. Tidak disarankan untuk mengganti bagian seal maupun dinding silinder master rem saja. Agar fungsi rem tidak mudah rusak kembali, sebaiknya penggantian master rem dilakukan secara menyeluruh.

Baca Juga: Cara Mendeteksi Kilometer yang Sudah Diputar Pada Mobil Bekas

#5: Rem Berdecit

Kanvas dan Disc Brake

Indikasi kerusakan rem pada mobil bekas yang paling mudah diketahui adalah dari munculnya bunyi decitan saat pengereman dilakukan. Beberapa kerusakan yang terjadi bila hal ini terjadi antara lain piringan cakram yang bergelombang dan juga kampas serta cakram yang permukaannya halus.

#6: Indikator ABS Menyala

Indikator ABS

Apa itu rem ABS? ABS adalah singkatan dari anti-lock braking system, yaitu sistem rem yang mencegah penguncian roda ketika terjadi pengereman mendadak. Sistem ini menambah keamanan berkendara, karena mobil masih bisa dikendalikan saat mengerem mendadak.

Untuk mobil yang sudah dilengkapi rem ABS, kerusakan juga dapat diketahui melalui lampu indikator yang ada pada dashboard mobil. Jika indikator ABS menyala, berarti ada kerusakan yang harus segera diperbaiki pada sistem rem ABS. Segera bawa mobil ke bengkel untuk dicek!

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Sering Tak Disadari, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Juni 05, 2026
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi. Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km. Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km –
Baca Lebih Lanjut

Begini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

Juni 03, 2026
Ganti oli mesin mobil sebenarnya aktivitas yang rutin dalam perawatan mobil. Setiap periode antara 5.000 km – 10.000 km, tergantung jenis olinya, harus dilakukan pergantian oli baru, baik di bengkel resmi atau dikerjakan sendiri. Masalahnya, gak semua pemilik mobil, punya kesadaran yang sama dalam merawat mobil sendiri. Karena berbagai alasan, bisa saja oli mesin terlambat
Baca Lebih Lanjut

Mulai 1jtan Pajak Mobil Avanza per Tahun, Ternyata Tidak Semahal yang Dibayangkan

Mei 30, 2026
Ngomongin mobil Toyota Avanza pasti nggak bakal ada habisnya ya kan? Dari zaman pioneer-nya rilis sekitar tahun 2003, ini mobil awet banget buat megang tahta jadi “Mobil Sejuta Umat” andalannya keluarga Indonesia. Ya gimana nggak Otofriends, speknya emang se-ramah itu sih, artinya iritnya nggak ngotak banget deh, ngerawatnya gampang, plus resale value nya itu juga
Baca Lebih Lanjut