4 Dampak Pakai Bensin Tidak Sesuai RON

September 12, 2025
By Thomas W
4 Dampak Pakai Bensin Tidak Sesuai RON-otospector

Pakai bensin tidak sesuai RON jelas bukan hal yang bisa dibenarkan. Namun pada kenyataannya, ada sebagian orang yang melakukannya. Apalagi di tengah harga BBM yang belakangan naik cukup tinggi, ada saja yang mencoba menyiasati kondisi dengan memakai oktan yang lebih rendah, agar murah.

Secara teknis, pakai bensin tidak sesuai RON tentu menyalahi ketentuan dari pabrik sesuai dengan apa yang tertulis di buku manual kendaraan. Pemakaian bahan bakar memang tidak sembarangan, karena harus sesuai dengan kompresi mesinnya. Perinciannya adalah:

  • Rasio Kompresi 9:1 memakai oktan 88
  • Rasio Kompresi 10:1 memakai oktan 90
  • Rasio Kompresi 10:1 – 11:1 memakai oktan 92
  • Rasio Kompresi 11:1 – 13:1 memakai oktan 98
  • Rasio Kompresi 13:1 ke atas memakai oktan 100

Kira-kira apa yang akan terjadi jika pengemudi nekat pakai bensin tidak sesuai RON. Berikut fakta-faktanya:

#1: Mesin Jadi Ngelitik

Mesin ngelitik
Mesin mobil bagian dalam

Pada dasarnya RON atau oktan adalah nilai kekuatan bensin terhadap tekanan sebelum terbakar dengan sendirinya. Nah, jika oktan bahan bakar yang digunakan lebih rendah dari yang dibutuhkan, maka ada potensi terjadi pre-ignition pada mesin.

Pre-ignition terjadi jika campuran udara dengan bahan bakar sudah terbakar sebelum busi menyala atau memercikkan api. Akibatnya mesin jadi ngelitik dan berpengaruh pada performanya.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id

Baca juga: Bahan Bakar Mobil Bisa Basi? Ya, Ini 4 Faktanya

#2: Mengurangi Usia Pemakaian Busi

Busi berkerak
Busi berkerak

Pemakaian bahan bakar yang lebih rendah oktannya membuat pembakaran kurang sempurna. Akibatnya timbul jelaga atau residu yang bisa memperpendek umur busi.

Memang tidak ada angka perhitungan yang pasti seberapa besar pengurangannya. Namun gambarannya, jika biasanya usia pakai busi sekitar 40.000 kilometer, akibat pemakaian bensin beroktan rendah, usia pakai bisa hanya tinggal setengahnya.

Berkurangnya usia dikarenakan adanya jelaga yang menutupi busi, sehingga busi sering overheat dan mempercepat matinya busi

#3: Timbul Kerak Pada Ruang Bakar

Mesin berkerak
Mesin berkerak akibat bahan bakar yang buruk

Pemakaian bahan bakar beroktan lebih rendah juga akan menyebabkan ruang bakar kotor dan penuh kerak. Kondisi ini terjadi karena pembakaran tidak sempurna. Tenaga mesin juga akan berkurang karena banyak endapan karbon di ruang bakar.

Endapan karbon berasal dari sisa bensin yang tidak terbakar seratus persen. Tumpukan endapan karbon akan membuat performa mesin terus menurun seiring waktu. Lama-kelamaan, mesin akan mengalami kerusakan terutama di bagian piston, stang piston hingga klep.

Hati-hati, mobil-mobil berteknologi modern atau mobil mewah justru akan lebih cepat mengalami kerusakan dibandingkan dengan mobil yang lebih murah. Jika mobil biasa baru rusak dalam hitungan tahun, maka mobil mewah cukup beberapa bulan saja.

#4: Merusak ECU

ECU rusak
ECU mobil

Akibat pemakaian bahan bakar beroktan lebih rendah adalah kerusakan Engine Control Unit (ECU). Perangkat ini diibaratkan sebagai jantung di dalam mobil sehingga jika sampai terganggu, maka mobil bisa tidak bekerja bahkan mesin tiba-tiba mati.

Kerusakan pada ECU, ditandai dengan menyalanya Engine Check. Kendaraan tidak mau digas dan mati. Ada juga yang cuma bisa dibawa beberapa kilometer saja, setelah itu mati. Andai bisa dihidupkan, maka akan mati lagi.

Solusinya tentu harus dibawa ke bengkel untuk perbaikan dan tidak memakai bensin rendah oktan lagi.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

Baca juga: 5 Cara Menghemat Bahan Bakar Secara Praktis

Bagaimana cara mengetahui mobil bekas yang akan dibeli tidak boros BBM?

Ada dua faktor yang menentukan tingkat konsumsi BBM, yakni perilaku berkendara serta kondisi mesin. Kondisi mesin bisa sangat berpengaruh jika memang mesin sudah lama tidak diservis sehingga ada beberapa komponen yang terabaikan. Akibat kondisi itu, maka konsumsi BBM jadi boros.

Untuk memastikan kinerja mesin sebuah mobil bekas, jangan ragu untuk menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan prosedur inspeksi yang mendetail serta tenaga inspektor berpengalaman, Otofriends akan mendapat gambaran tentang kondisi sebuah mobil bekas secara keseluruhan. 

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Jetour T2 i-DM Resmi Tampil di GIIAS 2026! Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Km

Agustus 03, 2026
Segmen SUV di Indonesia semaakin ramai dengan kehadiran berbagai model elektrifikasi. Salah satu yang sukses mencuri perhatian di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 adalah Jetour T2 i-DM, SUV bergaya boxy yang menggabungkan desain tangguh khas kendaraan petualang dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Otofriends, jika sebelumnya Jetour dikenal lewat model Dashing
Baca Lebih Lanjut

Yuk, Intip Kemewahan dan Kenyamanan Sedan Premium Audi A8L di GIIAS 2026

Agustus 02, 2026
Salah satu mobil di segmen premium yang menarik perhatian pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 adalah The New Audi A8L. Sebagai model tertinggi dalam lini sedan Audi, Audi A8L dirancang untuk konsumennya yang mengutamakan kenyamanan, kemewahan, dan kecanggihan teknologi. Menariknya, semua keistimewaan itu hadir dalam satu paket kendaraan. Biar gak penasaran, seperti apa
Baca Lebih Lanjut

Aletra L7 Resmi Hadir di GIIAS 2026! MPV Listrik Siap Tantang Kompetitor

Juli 31, 2026
Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin menarik dari tahun ke tahun. Jika sebelumnya pasar MPV listrik lebih banyak diisi oleh beberapa pemain besar, kini Aletra kembali menunjukkan keseriusannya dengan memperkenalkan Aletra L7 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.  Kehadiran model ini melengkapi jajaran kendaraan listrik Aletra yang sebelumnya sudah memiliki MPV listrik
Baca Lebih Lanjut