
Pernah merasakan setir tiba-tiba bergetar ketika kamu menginjak rem saat melaju di jalan tol? Awalnya mungkin hanya terasa sedikit, tetapi semakin keras pengereman dilakukan, getarannya justru semakin kuat.
Situasi seperti ini tentu bikin khawatir, apalagi ketika kamu sedang berkendara dengan kecepatan tinggi bersama keluarga. Pertanyaannya, apakah kondisi tersebut masih wajar atau justru menjadi tanda adanya masalah pada mobil?
Otofriends, setir yang bergetar saat pengereman bukanlah kondisi yang sebaiknya dianggap sepele. Penyebabnya memang bisa berasal dari piringan rem yang permukaannya tidak rata, tetapi masalah pada kaliper, ban, roda, hingga komponen kaki-kaki juga dapat memicu gejala serupa.
Supaya kamu tidak salah menebak penyebabnya, yuk kenali beberapa kemungkinan berikut beserta langkah penanganan yang tepat!

Ketika pedal rem diinjak, kampas rem menjepit piringan rem atau cakram untuk memperlambat putaran roda. Proses tersebut menghasilkan gaya gesek yang membantu kendaraan berhenti.
Jika permukaan piringan rem tidak rata atau gaya pengereman pada roda tidak konsisten, getaran bisa muncul dan merambat melalui sistem suspensi serta kemudi hingga terasa di setir.
Getaran sering lebih mudah dirasakan ketika mobil melambat dari kecepatan tinggi karena perubahan gaya pengereman menjadi lebih terasa. Dalam istilah teknis, kondisi ini kerap disebut brake judder.
Namun, Otofriends perlu memahami bahwa tidak semua getaran berarti piringan rem benar-benar bengkok. Perbedaan ketebalan piringan, variasi permukaan akibat endapan material kampas, dan penyimpangan putaran piringan juga bisa menjadi penyebabnya.


Ini merupakan salah satu penyebab utama getaran yang muncul ketika melakukan pengereman dari kecepatan tinggi.
Piringan rem bekerja bersama kampas untuk menghasilkan gesekan. Jika ketebalannya berbeda di beberapa bagian atau terdapat endapan material kampas yang tidak merata, gaya pengereman dapat berubah setiap kali piringan berputar.
Akibatnya, kamu mungkin merasakan setir berdenyut atau bergetar ketika pedal rem diinjak. Pada kondisi tertentu, pedal rem juga terasa berdenyut.
Masalah ini sering disebut piringan rem bengkok. Padahal, secara teknis, penyebabnya bisa berupa disc thickness variation atau perbedaan ketebalan piringan, maupun lateral runout, yaitu penyimpangan putaran piringan dari posisi ideal.
Apa solusinya?
Bengkel perlu mengukur ketebalan dan penyimpangan putaran piringan rem. Piringan mungkin masih bisa dibubut apabila diizinkan oleh spesifikasi kendaraan dan ketebalannya tetap memenuhi batas minimum. Jika sudah terlalu tipis atau rusak, penggantian menjadi pilihan yang lebih tepat.
Selain piringan rem, kondisi kampas juga perlu diperhatikan. Kampas yang sudah menipis atau aus secara tidak merata dapat membuat proses pengereman kurang konsisten.
Misalnya, salah satu sisi kampas lebih cepat habis daripada sisi lainnya. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kaliper yang tidak bergerak dengan baik, pin geser macet, atau tekanan pengereman yang tidak merata.
Jika dibiarkan, keausan tersebut dapat memengaruhi permukaan piringan dan membuat getaran semakin terasa.
Perhatikan juga jika muncul suara berdecit atau gesekan logam saat mengerem. Suara tersebut bisa menjadi tanda kampas perlu diperiksa.
Jangan hanya mengganti kampas tanpa mencari penyebab keausannya. Jika masalah pada kaliper atau piringan tetap ada, kampas baru pun berpotensi mengalami keausan tidak merata.

Kaliper merupakan komponen yang menekan kampas rem ke piringan. Agar bekerja dengan baik, piston dan mekanisme gesernya harus bergerak sesuai desain.
Ketika piston atau pin geser macet, kampas bisa terus bergesekan dengan piringan meskipun pedal rem tidak diinjak. Gesekan berlebihan menghasilkan panas yang dapat mempercepat keausan dan memicu perubahan permukaan piringan.
Gejala yang mungkin muncul antara lain setir bergetar saat mengerem, mobil cenderung menarik ke satu sisi, bau hangus dari area roda, atau salah satu roda terasa jauh lebih panas.
Jika muncul bau terbakar atau asap dari roda, jangan menyentuh komponen rem karena suhunya bisa sangat tinggi. Berhenti di tempat aman dan minta bantuan profesional.
Otofriends mungkin tidak menyangka bahwa pemasangan roda juga bisa memengaruhi getaran saat pengereman.
Baut roda yang tidak dikencangkan sesuai spesifikasi atau memiliki kekencangan tidak merata dapat membuat roda tidak terpasang dengan benar. Dalam kondisi tertentu, masalah pada permukaan dudukan roda dan pemasangan piringan juga bisa menimbulkan penyimpangan putaran.
Karena itu, gejala getaran yang muncul setelah penggantian ban, servis rem, atau pelepasan roda sebaiknya segera diperiksa.
Pengencangan baut roda perlu mengikuti urutan dan torsi yang ditentukan pabrikan. Mengencangkan baut sekuat mungkin tanpa alat yang sesuai bukanlah solusi yang tepat.
Jika kamu merasa roda bergoyang, terdengar bunyi tidak normal, atau mobil terasa tidak stabil setelah servis, hindari melanjutkan perjalanan jauh sebelum pemasangannya dipastikan aman.

Tidak semua getaran berasal langsung dari sistem rem. Komponen kaki-kaki yang sudah aus juga bisa membuat setir bergetar ketika mobil mengalami perlambatan.
Beberapa komponen yang perlu diperiksa meliputi:
Ketika rem diinjak, bobot kendaraan berpindah ke depan sehingga beban pada suspensi ikut berubah. Komponen yang sudah longgar bisa menunjukkan gejala lebih jelas dalam kondisi tersebut.
Biasanya, masalah kaki-kaki juga dapat disertai bunyi gluduk, kemudi terasa kurang presisi, atau mobil tidak stabil saat melewati jalan bergelombang.


Ban yang tidak seimbang umumnya menyebabkan setir bergetar ketika mobil mencapai rentang kecepatan tertentu, bahkan saat pedal rem tidak diinjak.
Namun, ketika ada masalah pada ban atau roda bersamaan dengan gangguan pengereman, getarannya bisa terasa lebih kuat saat mobil melambat.
Periksa kondisi ban dari luar. Apakah ada benjolan, keausan tidak merata, tekanan angin yang tidak sesuai, atau kerusakan setelah menghantam lubang?
Roda yang penyok juga bisa menimbulkan getaran, sedangkan ban dengan kerusakan struktur berpotensi membahayakan keselamatan.
Jika getaran muncul saat mobil melaju dan tetap terasa ketika kamu tidak mengerem, pemeriksaan keseimbangan roda, kondisi ban, dan pelek perlu menjadi bagian dari diagnosis.
Pengereman berulang dari kecepatan tinggi menghasilkan panas pada sistem rem. Situasi ini bisa terjadi ketika mobil sering melakukan pengereman keras atau melintasi jalan menurun panjang.
Jika panas berlebihan terjadi berulang kali, permukaan piringan dan lapisan material kampas dapat mengalami perubahan yang mengganggu konsistensi gesekan.
Akibatnya, getaran bisa muncul saat pedal rem diinjak. Kaliper yang macet juga dapat memperparah masalah karena kampas terus bergesekan dengan piringan.
Untuk mengurangi risiko, hindari kebiasaan mengerem keras secara berulang jika tidak diperlukan. Saat melewati turunan panjang, gunakan gigi yang sesuai untuk membantu mengendalikan kecepatan sehingga beban pengereman tidak terus-menerus bertumpu pada rem.
Meski begitu, jangan menyimpulkan piringan rusak hanya karena mobil baru saja melewati turunan. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan sumber getaran.

Supaya lebih mudah mengenali gejalanya, kamu bisa memperhatikan kapan getaran muncul.
Pola tersebut hanya membantu mempersempit kemungkinan penyebab, bukan memastikan diagnosis. Beberapa masalah dapat terjadi secara bersamaan, sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan.
Jika getaran muncul saat kamu sedang berkendara, jangan melakukan pengereman mendadak hanya untuk menguji sumber masalahnya.
Kurangi kecepatan secara bertahap, jaga jarak dengan kendaraan di depan, dan cari tempat aman untuk berhenti. Jika setir bergetar hebat, mobil sulit dikendalikan, rem terasa melemah, atau kendaraan menarik tajam ke satu sisi, jangan lanjutkan perjalanan. Hubungi layanan bantuan atau derek untuk membawa mobil ke bengkel.
Saat pemeriksaan, minta teknisi mengecek kondisi kampas dan piringan rem, kaliper, kekencangan roda, bantalan roda, serta komponen suspensi dan kemudi. Pengukuran ketebalan dan penyimpangan putaran piringan lebih akurat daripada hanya melihat permukaannya.
Hindari langsung mengganti semua komponen tanpa diagnosis. Penanganan yang tepat harus berdasarkan penyebab sebenarnya dan spesifikasi kendaraan.
Otofriends, setir bergetar saat pengereman bukan gejala yang sebaiknya dibiarkan, terutama jika terjadi ketika mobil melaju kencang. Penyebabnya bisa berupa piringan rem yang tidak rata, kampas aus, kaliper macet, pemasangan roda yang tidak tepat, hingga masalah ban dan kaki-kaki.
Semakin cepat sumber masalah diketahui, semakin besar peluang kamu mencegah kerusakan lanjutan. Jangan menunggu sampai getaran semakin parah atau kemampuan pengereman terganggu.
Ingat, rem dan kemudi merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara. Jika muncul gejala yang tidak biasa, utamakan pemeriksaan di bengkel sebelum kembali melakukan perjalanan jauh.
Bagikan
