
Ngomongin perbandingan antara Toyota Veloz dengan Mitsubishi Xpander, sudah bisa dipastikan bakal jadi topik yang sangat menarik, terutama di kalangan pemerhati otomotif nasional.
Mengapa? Karena menurut sejarahnya, dua produk ini dikenal saling bersaing ketat di segmen Low MPV.
Bukan cuma itu, kehadiran Xpander untuk pertama kalinya pada 2017 ini pula yang kemudian membuat Toyota Astra Motor membenahi salah satu produk andalannya, Avanza. Bukan sekadar Facelift, bahkan sampai berganti platform dan menata ulang strategi pemasarannya.
Sebelum hadirnya Xpander, Toyota Avanza (dengan saudara kembarnya Daihatsu Xenia) memang bukan tanpa pesaing. Satu dua pabrikan lain pernah mencoba peruntungan di segmen yang gurih ini.
Sebut saja dengan kehadiran Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, atau Chevrolet Spin. Namun Toyota bergeming. Seolah masih menganggapnya “angin lalu”.
Lalu apakah hari ini keduanya masih terus berkompetisi sengit di pasaran mobil bekas? Siapa pula yang unggul? Mari kita lihat perbandingan antara Toyota All New Veloz dengan Mitsubishi New Xpander, agar Otofriends bisa menilai sendiri situasinya:

Sumber: Gemini
Kehadiran Xpander untuk kali pertama di ajang GIIAS 2017, jadi tonggak sejarah penting, bukan cuma bagi Mitsubishi Motor Indonesia, tetapi juga persaingan di industri otomotif nasional, khususnya segmen Low MPV.
Xpander mendobrak bahasa desain produk-produk di segmen LMPV kala itu yang terkesan kaku, jadi lebih agresif. Sosok Xpander terlihat gagah, dengan ground clearance yang jangkung (205 mm) dan bodi lebih lebar ala-ala SUV.
Tak mau jalan di tempat, Xpander terus berkembang dengan kehadiran Xpander Cross (2019), melakukan Facelift pertama (2020), hingga Major Facelift (2021). Pada upaya terakhir, ada perombakan besar-besaran secara tampilan dan teknis, hingga kemudian disebut absah disebut All New Xpander.
Jika pada generasi pertama (2017-2021) Xpander punya 5 tipe (GLS, Exceed, Sport, Ultimate, dan GLX), setelah kehadiran generasi kedua (2021-sekarang) hanya ada 4 tipe (GLS, Exceed, Sport, dan Ultimate). Untuk selanjutnya, di artikel ini, kita akan memakai generasi terbaru ini sebagai perbandingan.
Kehadiran Xpander memicu Toyota membenahi Avanza Veloz dengan Facelift (2019). Desain eksterior berubah, ditambah fitur kenyamanan dengan penambahan Engine Start/Stop Button, AC Digital, kabin yang lebih kedap, dan setel ulang suspensi.
Perubahan total baru terjadi pada 2021 dengan lahirnya All New Veloz, sebagai produk tersendiri yang terpisah dari Avanza. Perubahan besar terjadi pada sistem penggerak roda FWD, transmisi CVT, kabin lebih kedap dan lapang, serta konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Fitur-fiturnya juga langsung menggebrak, dengan melebihi Xpander, yakni rem cakram di empat roda, Electric Parking Brake, ADAS (Pre-Collision System, Lane Departure Assist, dll.), serta kabin yang lebih mewah dan nyaman.

| Parameter Dimensi | Toyota Veloz (Tipe Q CVT / TSS) | Mitsubishi Xpander (Ultimate CVT) |
| Dimensi (P x L x T) | 4.475 mm x 1.750 mm x 1.700 mm | 4.595 mm x 1.750 mm x 1.750 mm |
| Wheelbase (Jarak Sumbu Roda) | 2.750 mm | 2.775 mm |
| Ground Clearance | 205 mm | 220 mm |
| Radius Putar Minimum | 5,0 meter | 5,2 meter |
Dari dimensinya, Xpander lebih bongsor dibanding Veloz. Lebih panjang 12 cm dan lebih tinggi 3 cm. Wheelbase juga sedikit lebih panjang (2.775 mm vs. 2.750 mm).
Dimensi yang lebih besar efeknya pada kelegaan kabin, terutama untuk memberi ruang kaki (legroom) baris kedua dan ketiga.
Xpander juga unggul pada ground clearance (220 mm) membuatnya lebih percaya diri saat melewati jalanan rusak serta genangan air.
Sebaliknya, ground clearance yang lebih rendah (205 mm) pada Veloz, membuatnya ideal untuk pemakaian harian. Dengan pusat gravitasi yang seimbang, mobil lebih stabil saat bermanuver kecepatan tinggi.
Dari sektor roda, varian tertinggi kedua mobil sama-sama dibekali velg 17 inci. Perbedaan ada pada profil ban 55 (205/55 R17) yang dipakai Xpander, dibandingkan Veloz yang memakai 50 (205/50 R17). Teorinya, ban yang lebih tebal, membuat peredaman suspensinya lebih baik.
Keunggulan Veloz ada pada radius putarnya (4,9 m) dibandingkan Xpander (5,2 m). Keunggulan ini membuat Veloz lebih lincah, terutama saat manuver parkir atau putaran balik.

Sumber: Moladin
| Parameter Spesifikasi | Toyota Veloz (Tipe Q CVT / TSS) | Mitsubishi Xpander (Ultimate CVT) |
| Kode Mesin | 2NR-VE | 4A91 |
| Kapasitas Mesin | 1.496 cc | 1.499 cc |
| Teknologi Mesin | 4-Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC, Dual VVT-i | 4-Silinder Segaris, 16 Katup, DOHC, MIVEC |
| Tenaga Maksimal | 106 PS (104,5 HP) @ 6.000 rpm | 105 PS (104 HP) @ 6.000 rpm |
| Torsi Maksimal | 137 Nm (14 Kgm) @ 4.200 rpm | 141 Nm @ 4.000 rpm |
Pada dasarnya, performa mesin antara Xpander dan Veloz ada pada level yang relatif sama.
Kalau mau didalami perbedaannya, Xpander unggul pada putaran bawah dan menengah, karena torsi lebih besar (141 Nm) sudah dicapai pada RPM yang rendah (4.000 rpm).
Dengan modal torsi besar, Xpander relatif lebih bertenaga saat muatan full. Begitu pula saat menanjak atau saat stop and go di dataran tinggi.
Sementara Veloz unggul di putaran atas karena tenaga puncaknya lebih tinggi. Pada putaran bawah, masih dalam batas wajar. Saat memasuki RPM menengah ke atas, tenaga akan keluar.
Untuk sistem transmisi, keduanya juga sama-sama memakai CVT, namun tentunya dengan penyetelan yang berbeda, sesuai karakter kendaraan dan kebutuhan konsumennya.
Begitu pula dengan catatan akselerasinya, relatif setara. Untuk mencapai 0-100 km/jam, ditempuh 11,5 sampai 12,2 detik.

Membicarakan fitur-fitur, kita akan merujuk kepada tipe tertinggi dari keduanya; Toyota Veloz 1.5 Q CVT TSS dan Mitsubishi New Xpander Ultimate CVT.
Jangan kita lupakan, sejak awal Veloz memang terlahir sebagai respons atas kehadiran Xpander. Nah, di sinilah Toyota menggenjot fitur-fitur terbaiknya, sehingga secara umum, Veloz unggul.
Paling menonjol tentu adanya teknologi Toyota Safety Sense (ADAS) di Veloz yang terdiri atas Pre-Collision System (PCS), Lane Departure Assist (LDA), Front Departure Alert (FDA), Pedal Misoperation Control, Rear Cross Traffic Alert (RCTA), dan Blind Spot Monitoring (BSM).
Veloz juga unggul pada pengereman cakram di keempat roda, serta 6 SRS Airbag. Untuk pengereman belakang, Xpander masih tromol. Sementara Airbag, Xpander belakangan sudah menyediakan 6 buah, setelah keluaran tahun 2025.
Berbagai sentuhan teknologi modern juga bisa ditemui di kabin Veloz, seperti Wireless Charger, Rear Seat Entertainment, Ambient Light, dan instrumen full digital.

Sumber: Zigwheels
Saat ini di pasaran mobil bekas, harga Veloz bekas untuk tahun 2022 ada di kisaran Rp225 juta-Rp245 juta. Sementara untuk tahun 2023 ada di kisaran Rp240 juta-Rp260 juta.
Sementara Xpander bekas untuk tahun 2022 ada di kisaran Rp220 juta-Rp238 juta. Sedangkan untuk 2023 ada di kisaran Rp235 juta-Rp250 juta.
Sekadar catatan, bagaimana pun, Veloz masih menyandang nama besar Toyota di Indonesia, di mana jaringan pemeliharaan kendaraan dan spare part jauh lebih unggul.
Hadirnya fitur-fitur terbaru pada Veloz juga mempengaruhi minat konsumen modern di perkotaan.
Faktor ini memengaruhi depresiasi harga yang lebih rendah pada Veloz dibanding Xpander. Meski untuk tahun produksi yang sama, sampai 5 tahun ke belakang, harga masih relatif setara.
Sementara Xpander juga masih menempel ketat dengan keunggulannya terutama dalam hal kenyamanan dan suspensi. Membuat mobil ini masih tetap dicari konsumen setianya.

Toyota All New Veloz yang dirilis pada 2021, diakui sebagai pionir yang membawa standar baru di segmen LMPV, utamanya dalam fitur keselamatan aktif lewat pemakaian Advanced Driver assistance System – ADAS.
Dengan ADAS bertajuk Toyota Safety Sense, Veloz baru bisa disaingi oleh Hyundai Stargazer Prime yang hadir pada 2022, lewat Hyundai SmartSense.
Bagi konsumen yang mengutamakan keselamatan pasif/aktif keluarga, keberadaan ADAS tentu jadi nilai plus tersendiri. Apalagi jika dalam keseharian, ada kebutuhan-kebutuhan tertentu seperti sering perjalanan jauh, pengemudi pemula, tinggal di area yang sempit, dll.
Kalau Otofriends sudah menentukan pilihan mobil low MPV terbaik, jangan ragu untuk memakai jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Dengan inspeksi yang dilakukan tenaga profesional, kita akan mendapat gambaran tentang kondisi mobil keseluruhan.
Mobil akan semakin berkualitas jika dilengkapi pula oleh garansi mobil bekas Otospector. Segala kendala di jalan, bahkan perbaikan mesin dan transmisi, seandainya ada kerusakan, akan dijamin sampai tuntas.
Bagikan
