Pahami Dulu Risiko Modifikasi Setir Mobil

Juni 06, 2023
By Thomas W
Pahami Dulu Risiko Modifikasi Setir Mobil-otospector

Setir mobil adalah salah satu komponen penting dalam kendaraan roda empat. Setir mobil berfungsi untuk membelokkan ban depan sesuai  arah yang diinginkan pengemudi. Selain itu, setir mobil juga bisa memberi rasa berkendara yang nyaman dan menyenangkan bagi pemilik mobil.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

Namun, karena berbagai alasan, ada sebagian pemilik mobil yang ingin memodifikasi setir mobil. Ada yang ingin ganti setir dengan model yang lebih sporty, elegan, atau unik. Ada juga yang ingin menambahkan fitur-fitur seperti cruise control, sistem audio, atau tombol-tombol lainnya.

Modifikasi setir mobil memang bisa memberikan tampilan dan fungsi yang berbeda bagi mobil. Namun, ada juga risiko yang perlu diperhatikan pemilik mobil. Berikut beberapa risiko modifikasi setir mobil yang bisa terjadi:

#1: Mengganggu Keseimbangan Dan Stabilitas Mobil

Risiko Modifikasi Setir Mobil

Setir mobil adalah salah satu modifikasi yang bisa mempengaruhi geometri dan suspensi mobil. Jika ukuran setir aftermarket bisa jadi berbeda dengan ukuran setir bawaan pabrik, maka bisa menyebabkan perubahan sudut kemudi dan jarak sumbu roda. Akibatnya membuat mobil jadi kurang stabil dan mudah oleng saat berkendara.

Baca juga: Catat Nih, 7 Penyebab Setir Mobil Terasa Berat

#2: Mengurangi Keamanan Dan Keselamatan Pengemudi Serta Penumpang

Risiko Modifikasi Setir Mobil

Setir mobil sesungguhnya terhubung dengan sistem keselamatan seperti airbag dan sabuk pengaman. Jika setir aftermarket tidak sesuai dengan spesifikasi dan standar pabrik, akibatnya bisa terjadi kerusakan atau malafungsi pada sistem keselamatan tersebut. Misalnya, airbag tidak bisa mekar dengan sempurna atau sabuk pengaman tidak bisa menahan tubuh dengan kuat saat terjadi benturan.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#3: Merusak Sistem Elektronik Dan Mekanik Mobil

Risiko Modifikasi Setir Mobil

Setir mobil terhubung dengan sistem elektronik dan mekanik lain. Jika setir aftermarket tidak kompatibel dengan sistem tersebut, bisa terjadi korsleting, kebocoran, atau kerusakan pada komponen-komponen tersebut. Misalnya, cruise control tidak bisa berfungsi dengan baik atau sistem audio tidak bisa mengeluarkan suara, dan lain-lain.

#4: Menimbulkan Biaya Tambahan  

Risiko Modifikasi Setir Mobil

Setir mobil adalah salah satu komponen yang cukup mahal untuk diganti atau dimodifikasi. Selain itu, modifikasi setir mobil juga membutuhkan tenaga ahli dan peralatan khusus. Jika modifikasi setir mobil tidak dilakukan dengan benar atau mengalami masalah, maka pemilik mobil harus mengeluarkan biaya lagi untuk memperbaiki atau mengganti setir mobil tersebut.

Baca juga: Power Steering Mobil Terasa Berat? Ini 5 Penyebabnya

Modifikasi Setir Tidak Mudah Dan Tidak Murah

Muhammad Bobby, pemilik bengkel spesialis modifikasi setir mobil di Jakarta, mengatakan bahwa modifikasi setir mobil memang memiliki risiko yang cukup tinggi. Ia menyarankan agar pemilik mobil tidak sembarangan melakukan modifikasi setir mobil tanpa mempertimbangkan faktor-faktor di atas.

“Modifikasi setir mobil bukanlah hal yang mudah dan murah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan modifikasi setir mobil. Jangan hanya melihat tampilan atau gaya saja, tapi juga fungsi dan keamanannya,” ujar Bobby seperti dikutip Kompas.com.

Selain risiko-risiko yang sudah disebutkan di atas, modifikasi setir mobil juga bisa berdampak pada nilai jual mobil. Setir mobil adalah salah satu komponen yang menentukan kualitas dan kenyamanan mobil. Jika setir mobil sudah dimodifikasi dengan produk-produk yang tidak sesuai atau tidak berkualitas, maka bisa menurunkan nilai jual mobil tersebut.

Nah, kalau Otofriends bermaksud mengetahui kondisi menyeluruh dari sebuah mobil untuk menentukan nilai jualnya, maka jangan ragu untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Dengan pemeriksaan di lebih dari 150 titik dan dilakukan tenaga profesional, maka Otofriends bisa mengetahui kondisi mobil secara lebih baik.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Selain Getar dan Nglitik, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Juni 05, 2026
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi. Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km. Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km –
Baca Lebih Lanjut

Selain Jadi Kerak, Ini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

Juni 03, 2026
Ganti oli mesin mobil sebenarnya aktivitas yang rutin dalam perawatan mobil. Setiap periode antara 5.000 km – 10.000 km, tergantung jenis olinya, harus dilakukan pergantian oli baru, baik di bengkel resmi atau dikerjakan sendiri. Masalahnya, gak semua pemilik mobil, punya kesadaran yang sama dalam merawat mobil sendiri. Karena berbagai alasan, bisa saja oli mesin terlambat
Baca Lebih Lanjut

Mulai 1jtan Pajak Mobil Avanza per Tahun, Ternyata Tidak Semahal yang Dibayangkan

Mei 30, 2026
Ngomongin mobil Toyota Avanza pasti nggak bakal ada habisnya ya kan? Dari zaman pioneer-nya rilis sekitar tahun 2003, ini mobil awet banget buat megang tahta jadi “Mobil Sejuta Umat” andalannya keluarga Indonesia. Ya gimana nggak Otofriends, speknya emang se-ramah itu sih, artinya iritnya nggak ngotak banget deh, ngerawatnya gampang, plus resale value nya itu juga
Baca Lebih Lanjut