
Otofriends yang merasa dirinya termasuk golongan petrol head, mungkin pernah ada keinginan untuk punya mobil All-Wheel Drive (AWD), barang satu buah saja.
Selain dianggap lebih canggih, mobil berpenggerak empat roda ini katanya lebih bergengsi, karena memang punya keistimewaan tertentu dibanding mobil biasa.
Yang bakal langsung bisa dirasakan pengemudi adalah traksi dan keamanannya yang maksimal. Terutama saat kondisi jalanan sedang licin karena kerikil atau air hujan.
Dalam kondisi jalan yang rawan tergelincir, mobil AWD terasa lebih stabil, dibanding mobil berpenggerak belakang (RWD) yang cenderung oversteer atau berpenggerak depan (FWD) yang cenderung understeer.
Selain itu masih ada beberapa aspek lain yang menjadikan mobil-mobil sistem AWD terasa lebih unggul dibanding RWD dan FWD.
Nah, biar lebih paham sedikit tentang sistem AWD dan model-modelnya yang tersedia di Indonesia, ini fakta-fakta singkatnya:

Sumber: Gridoto
Sistem AWD, terutama pada mobil-mobil modern, punya sensor pemantau kecepatan putaran roda, posisi pedal gas, dan sudut setir.
Ketika sensor menangkap ada salah satu roda selip atau kehilangan traksi, sistem akan mengalihkan tenaga ke roda lain yang masih punya cengkraman.
Semakin istimewa karena sistem ini punya Center Differential atau limited-slip coupling yang memungkinkan roda depan dan belakang berputar pada kecepatan berbeda.
Berkat keunggulan teknis inilah mobil AWD mampu melakukan manuver-manuver dalam berbagai kondisi alam, secara mulus dan aman.


Yang pertama, mendapatkan traksi maksimal. Akselerasi mobil lebih sempurna tanpa ban selip, terutama saat permukaan jalan sedang licin.
Pada kecepatan tinggi, mobil juga lebih stabil di tikungan. Gejala understeer atau oversteer, sangat minimal.
Dua keunggulan itu yang bikin pengemudi merasa aman dan pede untuk menghadapi berbagai kondisi jalan dan cuaca selama perjalanan.

Sumber: Freepik
AWD akan jadi sedikit persoalan kalau dipakai di area perkotaan yang kondisi lalu-lintasnya padat. Konsumsi BBM lebih boros, karena beban komponen mekanisnya lebih banyak.
Biaya perawatan juga lebih besar, karena ada dua gardan (depan dan belakang) yang harus dilakukan pergantian oli secara rutin.
Soal ban, andai ada satu ban rusak dan harus diganti, maka biasanya tiga ban lain juga disarankan ikut diganti. Tujuannya agar putaran keempatnya tetap sama dan tidak merusak sistem AWD.
Terakhir, bobot mobil tentu saja lebih berat. Kisarannya sekitar 70 kg – 100 kg lebih berat dibanding RWD atau FWD. Efeknya selain pada konsumsi BBM, kelincahan juga kurang.
Mobil-mobil AWD dari BMW cirinya menyandang nama xDrive. Contohnya:
BMW X3 xDrive30i
SUV mid-range BMW bermesin 2.0L 4-silinder, tenaga 252 HP, torsi 350 Nm. Cocok untuk mobil keluarga yang efisien dengan handling presisi.
BMW X5 xDrive40i
SUV Luxury Mid-Size dari BMW yang menawarkan level kemewahan, dimensi, dan performa mesin jauh lebih tinggi. Dengan mesin 3.0L 6-silinder tenaga 340 hp – 381 hp, dan torsi 450 Nm – 520 Nm.

Untuk mobil-mobil AWD-nya, Mercy menggunakan nama 4MATIC. Contohnya:
Mercedes-Benz GLC 300 4MATIC
SUV kelas menengah bermesin 2.0 4-silinder, bertenaga 258 hp, torsi 400 Nm. Versi terbaru dilengkapi Mild Hybrid ISG 48-volt untuk performa dan torsi secara instan tanpa jeda turbo.
Mercedes-Benz GLE 450 4MATIC
SUV mid-size luxury ternyaman di kelasnya. Dilengkapi mesin 3.0L 6-silinder, tenaga 367 hp – 381 hp, torsi 500 Nm, dengan tambahan sistem Mild Hybrid 48-volt untuk tenaga instan.

Merek yang istimewa karena menjadikan Symmetrical All-Wheel Drive (SAWD) sebagai identitas intinya, bukan sekadar opsi. Contohnya:
Subaru Crosstrek 2.0i-S EyeSight
SUV Compact yang punya keunggulan mesin 2.0L 4-silinder dengan konfigurasi piston horizontal (Boxer). Bertenaga 156 hp, torsi 196 Nm, mobil ini terasa tangguh sekaligus tetap stabil tanpa gejala limbung khas SUV.
Subaru Forester 2.5i-S EyeSight
SUV untuk keluarga dengan tenaga yang lebih besar berkat mesin 2.5L 4-silinder Boxernya. Tenaganya 182 hp, Torsi 239 Nm, bikin mobil ini santai saat melintasi tanjakan-tanjakan curam di pegunungan.
Pada beberapa model, Mazda punya varian AWD, selain yang konvensional. Contohnya:
Mazda CX-5 Kuro AWD
SUV compact yang lebih bertenaga dan stabil berkat sistem i-Active AWD yang prediktif terhadap kondisi jalan. Dengan mesin 2.5L 4-silinder, tenaganya 187 hp, torsi 252 Nm; cocok untuk diajak jalan-jalan menikmati alam bersama keluarga.
Mazda CX-9 AWD
SUV flagship-nya Mazda yang mewah, lega, dan berteknologi mesin mumpuni. Dengan mesin 2.5L 4-silinder, tenaga 228 hp, torsi 420 Nm; membuat mobil yang berbodi besar ini tetap terasa enteng di medan ekstrim.

Sumber: Zigwheels Indonesia
Untuk pasar Indonesia, Toyota punya dua jenis sistem AWD yang dipakai yaitu E-Four (elektrik) dan GR-Four (lebih mekanis). Contoh:
RAV4 GR Sport PHEV
Varian tertinggi RAV4 dengan kombinasi performa sporty Gazoo Racing dan teknologi elektrik Toyota yang efisien. Mesinnya 2.5L 4-silinder plus 2 motor listrik, tenaga 302 hp, dan torsi 227 Nm; menjadikan akselerasi mobil ini salah satu yang tercepat di kelasnya.
GR Yaris AWD
Hatchback eksklusif dengan sistem AWD GR-Four yang memang diperuntukkan murni untuk performa. Dengan mesin 1.6L 3-silinder, tenaga 272 PS – 304 PS, torsi 370 Nm – 400 Nm; mobil ini begitu buas karena power-to-weight-ratio yang luar biasa.
Pada BEV mekanisme AWD-nya pakai dua motor yang dihubungkan komputer. Lebih sederhana. Namun dibanding BEV yang pakai RWD, jarak tempuh berkurang karena bobot mobil yang lebih berat. Contohnya:
BYD Seal AWD Performance
BYD Seal varian tertinggi dengan dua motor dihasilkan tenaga gabungan 523 hp (390 kW) dan torsi 670 Nm. Akselerasi iuntuk 0-100 km/jam mencapai 3,8 detik. Namun jarak tempuh hanya 580 km.
BYD Sealion 7 AWD Performance
SUV dengan kapasitas bagasi luas, sampai 1.769 liter dalam kondisi kursi terlipat, namun performa tak mengecewakan berkat tenaga gabungan 390 kW (523 hp) dan torsi 690 Nm. Akselerasi 0-100 km/jam mencapai 4,5 detik.
Sistem AWD juga bisa bermasalah, dengan berbagai tanda seperti menyalanya indikator lampu AWD, rasa tertahan saat belok dan muncul bunyi “gluduk-gluduk”, bunyi dengung saat tambah kecepatan, bau terbakar, traksi bermasalah, sampai ban aus tidak merata.
Biar sistem AWD tetap awet, perhatikan selalu pergantian oli gardan dan oli transfer case. Akan lebih baik kalau selalu dilakukan pula rotasi ban secara berkala.
Karena itu sebelum Otofriends beli mobil AWD, pastikan mobil sudah diinspeksi oleh jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Lengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector, biar mobil makin nyaman dipakainya.
Bagikan