
Persaingan mobil listrik di Indonesia makin panas, dan sekarang bukan lagi soal siapa paling dulu masuk pasar, melainkan siapa yang paling pintar menawarkan kombinasi harga, fitur, desain, dan efisiensi.
Di tengah ramainya nama-nama seperti Wuling, BYD, Aion, dan Chery, Geely EX2 datang membawa satu amunisi yang cukup menarik: mobil listrik hatchback dengan harga yang bermain di wilayah Rp200 jutaan, tapi spesifikasinya tidak terasa “murahan”.
Buat Otofriends yang selama ini menganggap mobil listrik masih terlalu mahal atau terlalu “nanggung” untuk dipakai harian, Geely EX2 layak dilihat lebih dekat.
Mobil ini menjadi salah satu model yang diposisikan Geely untuk memperluas pasar EV di Indonesia, bukan hanya menyasar konsumen early adopter, tetapi juga pembeli mobil pertama, keluarga muda, dan pengguna kendaraan perkotaan yang ingin pindah ke mobil listrik tanpa harus menyentuh banderol setengah miliar rupiah.
Menariknya lagi, Geely EX2 bukan sekadar model global yang “dipaksakan” masuk ke Indonesia. Mobil ini resmi diluncurkan di pasar nasional pada Januari 2026 dan langsung dipasarkan dalam dua varian, yakni Pro dan Max.
Pada saat peluncuran, Geely Auto Indonesia juga mengumumkan harga spesial mulai Rp229,9 juta untuk varian Pro dan Rp259,9 juta untuk varian Max bagi periode promosi awal, sedangkan harga normalnya berada di kisaran Rp255 juta dan Rp285 juta.
Peluncuran ini sekaligus menandai langkah serius Geely untuk bermain di kelas EV kompak yang kini mulai ramai diburu konsumen Indonesia.
Lalu, seperti apa sebenarnya spesifikasi Geely EX2? Apakah mobil ini hanya menarik di atas kertas, atau memang punya bekal yang cukup untuk menjadi salah satu opsi EV paling masuk akal di kelas harga Rp200 jutaan? Berikut ulasan lengkapnya.

Dari tampilan luar, Geely EX2 jelas mencoba menjauh dari kesan mobil listrik murah yang bentuknya aneh atau terlalu eksperimental. Desainnya justru dibuat modern dan cukup proporsional.
Geely memakai bahasa desain yang bersih dengan wajah depan sederhana, lampu LED ramping, dan bodi hatchback membulat yang memberi nuansa futuristis tanpa terlihat berlebihan.
Geely menyebut EX2 sebagai city EV yang ingin mendefinisikan ulang standar mobil listrik kompak. Secara global, model ini dikembangkan untuk penggunaan urban, tetapi tetap dibuat punya kabin lapang dan fitur yang cukup lengkap agar tidak terkesan “mobil kedua”.
Proporsi bodinya memang menunjukkan hal itu. Mobil ini cukup kompak untuk kota, tetapi tidak sekecil city car mini yang membuat kabin belakang terasa sempit.
Secara visual, EX2 juga punya detail yang cukup modern seperti lampu LED Feather-Flow, grille depan bergaya tertutup khas EV, serta pilihan velg 16 inci yang membantu tampilannya terlihat lebih matang. Jadi walau harganya bermain di segmen terjangkau, Otofriends tetap mendapatkan mobil yang secara desain terasa kekinian.

Salah satu nilai jual penting Geely EX2 ada di ukuran bodinya. Berdasarkan data spesifikasi resmi, mobil ini memiliki dimensi:
Untuk ukuran hatchback listrik, angka ini tergolong menarik. Panjang 4,1 meter membuat EX2 masih terasa mudah diajak bermanuver di jalan perkotaan, parkir di area sempit, atau dipakai harian oleh pengguna yang tidak ingin mobil terlalu besar.
Namun wheelbase 2.650 mm memberi sinyal bahwa Geely tetap mengutamakan ruang kabin. Artinya, mobil ini bukan sekadar mungil di luar, tetapi juga berusaha memberi kenyamanan yang cukup baik untuk lima penumpang.
Di Indonesia, Geely EX2 juga punya ground clearance sekitar 160–175 mm, tergantung data varian pada brosur. Angka ini cukup aman untuk kebutuhan jalan kota, polisi tidur, dan kondisi jalan harian yang kadang tidak terlalu mulus. Jadi meski statusnya hatchback listrik, EX2 tidak terasa terlalu ceper untuk dipakai di Indonesia.


Buat Otofriends yang penasaran dengan jantung mekanisnya, Geely EX2 mengandalkan motor listrik tunggal dengan konfigurasi rear-wheel drive (RWD) alias penggerak roda belakang. Ini menarik, karena di kelas harga terjangkau banyak mobil listrik memakai penggerak roda depan.
Geely justru memilih RWD, yang secara teori bisa memberi distribusi tenaga lebih natural dan karakter berkendara yang berbeda.
Untuk pasar Indonesia, data peluncuran resmi menyebut Geely EX2 dibekali motor listrik dengan tenaga sekitar 113,9 hp atau 85 kW, serta torsi maksimum 150 Nm. Kecepatan maksimumnya diklaim mencapai 130 km/jam. Sementara untuk akselerasi 0–100 km/jam, brosur resmi mencantumkan angka sekitar 11,5 detik.
Kalau melihat angkanya, EX2 memang bukan mobil listrik performa tinggi. Ia tidak dibangun untuk mengejar sensasi akselerasi brutal seperti beberapa EV yang harganya jauh lebih mahal. Tapi buat penggunaan sehari-hari, tenaga 85 kW sudah cukup sehat.
Respons khas motor listrik tetap akan terasa spontan saat start dari diam, sehingga untuk kebutuhan stop and go, menyelip di lalu lintas kota, atau menyalip di kecepatan menengah, mobil ini seharusnya tetap terasa sigap.

Masuk ke bagian yang paling penting dalam mobil listrik: baterai. Geely EX2 versi Indonesia dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 40,8 kWh. Jenis baterai LFP sendiri sekarang makin populer karena dikenal punya stabilitas termal yang baik, umur pakai yang relatif panjang, dan cocok untuk penggunaan harian.
Baterai seperti ini memang tidak selalu unggul dalam kepadatan energi dibanding beberapa teknologi lain, tetapi untuk mobil listrik kompak, LFP justru sering dianggap pilihan rasional.
Geely mengklaim EX2 bisa menempuh jarak hingga 395 km berdasarkan standar NEDC combined. Ini angka yang cukup menarik untuk mobil listrik di kelas harga Rp200 jutaan. Tentu saja, angka NEDC tidak bisa langsung diterjemahkan mentah-mentah ke penggunaan riil di jalan Indonesia.
Faktor seperti gaya mengemudi, penggunaan AC, beban penumpang, suhu, dan kondisi lalu lintas akan sangat memengaruhi hasil nyata. Namun secara kertas, 395 km tetap menjadi modal yang kuat untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan antarkota jarak menengah.
Buat Otofriends yang rutinitasnya rumah-kantor-rumah dengan jarak harian 30–50 km, baterai EX2 jelas cukup untuk beberapa hari tanpa perlu cas setiap malam. Ini salah satu daya tarik besar mobil listrik kompak: biaya energi lebih rendah dan ritme pengisian yang bisa diatur sesuai kebutuhan.
Satu hal yang cukup melegakan dari Geely EX2 adalah dukungan pengisian cepat. Geely Indonesia menyebut EX2 punya kemampuan DC fast charging dengan waktu pengisian dari 30 persen ke 80 persen sekitar 25 menit. Ini penting karena membuat mobil lebih fleksibel saat dipakai bepergian atau ketika Otofriends butuh isi daya cepat di tengah aktivitas.
Untuk mobil di segmen entry-level EV, fitur fast charging seperti ini sangat berarti. Artinya, EX2 tidak hanya dirancang sebagai mobil rumahan yang dicas semalaman, tetapi juga tetap punya fleksibilitas ketika diajak mobilitas lebih jauh.
Dalam konteks pasar Indonesia yang infrastruktur charging-nya terus berkembang, kemampuan ini jelas jadi nilai tambah.

Kalau hanya melihat banderol harganya, banyak orang mungkin mengira interior Geely EX2 akan terasa biasa saja. Padahal justru di sinilah mobil ini punya kejutan.
Berdasarkan brosur resmi, EX2 dibekali layar sentuh 14,6 inci, cluster instrumen digital 8,8 inci, sistem infotainment Flyme Auto, kontrol kendaraan via aplikasi, ambient light hingga 256 warna pada varian tertentu, dan kabin dengan pendekatan yang terasa cukup modern untuk kelasnya.
Geely juga menyebut kapasitas bagasinya mencapai 375 liter, dan bisa diperluas sampai 1.320 liter ketika kursi belakang dilipat. Bahkan tersedia front trunk 70 liter di bagian depan. Ini angka yang cukup impresif untuk hatchback listrik kompak.
Artinya, EX2 bukan hanya menarik untuk dipakai sendiri, tetapi juga cukup masuk akal sebagai mobil keluarga kecil, mobil antar-jemput, atau kendaraan akhir pekan.
Dari sisi kenyamanan, mobil ini juga sudah dibekali rear AC vent, jok dengan sentuhan leatherette pada varian tertentu, serta kabin yang secara konsep dibuat “urban friendly”. Jadi walaupun posisinya sebagai EV terjangkau, Geely berusaha memberi pengalaman yang tidak terasa terlalu basic.
Poin menarik lainnya adalah fitur keselamatan. Geely EX2 sudah dibekali paket keselamatan yang cukup kompetitif untuk kelasnya. Berdasarkan materi peluncuran dan brosur, mobil ini punya kamera panoramik 540 derajat, ADAS.
Serta sistem keamanan baterai yang menjadi bagian dari Geely Battery Safety System. Selain itu, struktur bodi dan pemantauan suhu baterai real-time juga menjadi bagian dari pendekatan keselamatan yang ditekankan Geely pada model ini.
Kalau fitur-fitur ini benar dieksekusi dengan baik dalam penggunaan nyata, EX2 bisa menjadi salah satu EV entry-level yang cukup menarik secara value. Sebab di kelas harga Rp200 jutaan, fitur keselamatan aktif dan teknologi bantuan berkendara masih belum selalu lengkap.
Sulit membahas Geely EX2 tanpa menyinggung harga. Di Indonesia, mobil ini meluncur dengan harga promo Rp229,9 juta untuk varian Pro dan Rp259,9 juta untuk varian Max. Sementara harga normalnya berada di Rp255 juta dan Rp285 juta. Geely juga sempat menyebut bahwa sebelum peluncuran resmi, EX2 sudah mengantongi sekitar 1.500 SPK, angka yang menunjukkan antusiasme pasar cukup tinggi.
Harga ini menempatkan EX2 di area yang sangat strategis. Ia masuk ke segmen pembeli yang mungkin sebelumnya mempertimbangkan city car atau hatchback bensin, tetapi kini mulai melirik EV karena selisih harganya makin masuk akal.
Geely EX2 datang ke Indonesia dengan paket yang cukup menarik untuk ukuran mobil listrik entry-level. Otofriends mendapatkan hatchback EV dengan dimensi kompak, kabin yang relatif lega, motor listrik 85 kW, torsi 150 Nm, baterai 40,8 kWh, jarak tempuh hingga 395 km NEDC, dukungan DC fast charging 25 menit, serta fitur interior dan keselamatan yang tidak bisa dianggap remeh.
Ditambah lagi, harga jualnya bermain di kisaran Rp200 jutaan, yang membuat EX2 punya daya tarik besar di tengah pasar EV yang makin kompetitif.
Apakah Geely EX2 sempurna? Tentu tidak. Mobil ini bukan EV performa tinggi, bukan juga SUV yang cocok untuk semua kebutuhan keluarga besar. Tapi kalau Otofriends mencari mobil listrik kompak yang modern, efisien, cukup lengkap, dan harganya tidak bikin pusing tujuh keliling, EX2 jelas layak masuk daftar incaran.
Dalam konteks pasar Indonesia saat ini, Geely EX2 punya satu kelebihan penting: ia datang bukan sekadar sebagai mobil listrik murah, tetapi sebagai mobil listrik murah yang spesifikasinya terasa matang.
Bagikan