
Masih banyak banget pengemudi yang asal nyalain lampu hazard tanpa tahu fungsi aslinya. Padahal, fitur ini bukan buat bikin mobil kelihatan lebih jelas di jalan, lho.
Sering banget kita lihat ada yang nyalain hazard pas hujan deras, berkabut, masuk terowongan, bahkan lagi ngebut di tol. Padahal, itu justru bisa bikin pengendara lain salah paham dan berisiko memicu kecelakaan.
Faktanya, lampu hazard cuma dipakai buat ngasih tanda kalau mobil lagi dalam kondisi darurat atau berhenti karena ada masalah. Jadi, bukan buat dipakai selama perjalanan. Polisi dan para ahli keselamatan berkendara juga udah berkali-kali ngingetin soal aturan ini karena masih banyak yang keliru.
Nah, biar nggak ikut-ikutan salah kaprah, yuk cari tahu kapan lampu hazard boleh dipakai dan kapan malah sebaiknya jangan dinyalakan!

Masih banyak yang ngira lampu hazard itu bebas dipakai kapan aja. Padahal, bukan gitu, Otofriends!
Lampu hazard adalah lampu sein kanan dan kiri yang nyala kedip bareng buat ngasih kode kalau mobil lagi ada masalah atau lagi dalam kondisi darurat. Jadi, bukan buat dipakai pas hujan, kabut, atau biar mobil kelihatan lebih jelas di jalan.
Intinya, kalau hazard nyala, itu artinya pengendara lain harus lebih waspada karena ada situasi yang butuh perhatian. Makanya, penggunaan lampu hazard juga nggak boleh asal nyalain, karena udah ada aturannya dalam peraturan lalu lintas di Indonesia.

Buat yang masih mikir lampu hazard bisa dinyalain kapan aja, siap-siap salah, ya!
Di Indonesia, penggunaan lampu hazard ternyata udah ada aturannya, lho. Aturan ini tertulis di UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, tepatnya Pasal 121 ayat (1).
Intinya, lampu hazard dipakai saat mobil berhenti atau parkir karena kondisi darurat, misalnya mogok atau mengalami masalah di jalan. Jadi, hazard itu memang dibuat sebagai tanda bahaya buat ngasih tahu pengendara lain kalau ada situasi yang perlu diwaspadai.
Simpelnya, kalau mobil masih jalan normal, ya nggak perlu nyalain hazard. Jangan sampai niatnya biar aman, malah bikin pengendara lain bingung.

Biar nggak salah kaprah, nih beberapa kondisi yang emang wajib atau boleh pakai lampu hazard.
1. Mobil Tiba-Tiba Mogok
Kalau mobil mendadak mogok di tengah jalan, langsung nyalain hazard, ya. Tujuannya biar pengendara lain sadar kalau mobil kamu lagi bermasalah. Kalau masih memungkinkan, geser mobil ke bahu jalan dan pasang segitiga pengaman biar makin aman, apalagi kalau malam hari.
2. Habis Mengalami Kecelakaan
Kalau mobil habis terlibat kecelakaan dan harus berhenti di jalan, hazard wajib dinyalain. Lampu ini jadi kode buat pengendara lain supaya mereka pelan-pelan, jaga jarak, dan lebih waspada.
3. Lagi Ganti Ban di Pinggir Jalan
Ban bocor memang nggak bisa ditebak. Nah, kalau harus berhenti buat ganti ban di pinggir jalan, nyalain hazard biar kendaraan lain tahu ada mobil yang lagi berhenti karena keadaan darurat.
4. Terpaksa Berhenti Mendadak karena Darurat
Kalau mobil tiba-tiba bermasalah dan kamu harus berhenti secepatnya, hazard boleh dinyalain sebagai tanda peringatan sementara sampai kondisi benar-benar aman.
Masih banyak banget yang pakai lampu hazard sembarangan. Kirain udah paling aman, padahal malah bisa bikin pengendara lain salah paham. Biar nggak ikut-ikutan, nih beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.
1. Hazard Nyala Terus Pas Hujan Deras
Masih sering lihat yang begini? Padahal salah, lho. Banyak yang mikir hazard bikin mobil lebih gampang kelihatan. Faktanya, pas hazard nyala, lampu sein jadi nggak bisa dipakai buat kasih kode belok atau pindah jalur. Alhasil, mobil di belakang malah bingung kamu mau ke mana. Kalau hujan deres, cukup nyalain lampu utama atau fog lamp, pelanin laju mobil, dan jaga jarak.
2. Pakai Hazard Pas Kabut Tebal
Kabut memang bikin jarak pandang berkurang, tapi solusinya bukan nyalain hazard. Cukup pakai lampu utama atau fog lamp biar visibilitas tetap oke. Hazard bukan lampu buat nerobos kabut, ya!
3. Baru Masuk Terowongan Langsung Hazard On
Gelap dikit langsung pencet hazard? Eits, nggak perlu. Di terowongan, yang dibutuhin cuma lampu utama biar mobil tetap kelihatan. Hazard malah bikin pengendara lain bingung.
4. Konvoi Pakai Hazard Biar Nggak Kepisah
Ini juga masih sering banget. Alasannya biar rombongan tetap bareng. Padahal, hazard bikin fungsi lampu sein hilang. Pas mau belok atau pindah jalur, pengendara lain jadi nggak tahu arah mobil kamu. Bukannya kompak, malah bikin situasi jadi kurang aman.
5. Nyalain Hazard Biar Kasih Kode Mau Lurus
Kalau mau lurus, ya tinggal lurus aja. Nggak ada aturan yang bilang harus nyalain hazard. Justru kalau hazard nyala, orang lain bisa salah baca dan ngira mobil kamu lagi dalam kondisi darurat.

Masih banyak yang bilang, “Kan biar mobil lebih kelihatan?”
Sekilas memang iya. Tapi, efek sampingnya justru bisa lebih bahaya.
Soalnya, pas hazard nyala, lampu sein kanan dan kiri ikut kedip bareng. Akibatnya, pengendara lain jadi nggak bisa nebak kamu mau belok, pindah jalur, atau tetap lurus. Kondisi ini gampang banget bikin salah paham di jalan, apalagi kalau lalu lintas lagi padat atau kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Kalau dipaksain pakai hazard saat mobil masih jalan, risikonya bisa bikin:
Intinya, lampu sein itu ibarat “bahasa” buat ngobrol sama pengendara lain. Jadi, jangan sampai fungsinya hilang cuma karena salah pakai lampu hazard. Gunakan hazard sesuai fungsinya, biar perjalanan tetap aman buat semua.
Kalau mobil tiba-tiba ngadat atau ada masalah pas lagi di jalan tol, jangan cuma modal nyalain hazard, ya. Biar tetap aman, ikutin langkah-langkah ini:
Ingat, hazard cuma berfungsi sebagai tanda peringatan awal. Biar lebih aman, tetap lakukan langkah-langkah di atas supaya risiko kecelakaan bisa diminimalkan.
Buat yang belum tahu, nyalain lampu hazard itu nggak ribet sama sekali.
Biasanya, tombol hazard ada di bagian tengah dashboard dengan ikon segitiga merah yang gampang banget dikenali.
Cara pakainya juga simpel:
Jangan lupa, setelah keadaan darurat selesai, langsung matiin hazard, ya. Soalnya, kalau dibiarkan nyala terus, lampu sein jadi nggak bisa dipakai buat kasih kode belok atau pindah jalur. Aman di jalan itu dimulai dari hal-hal kecil kayak gini!
Nggak cukup cuma andalin hazard, Otofriends. Biar perjalanan tetap aman, biasain juga hal-hal ini:
Hazard itu bukan lampu serbaguna. Pakainya cuma buat kondisi darurat, kayak mobil mogok, habis kecelakaan, atau lagi ganti ban di pinggir jalan.
Jadi, stop kebiasaan nyalain hazard pas hujan, kabut, masuk terowongan, atau pas mobil masih jalan. Biar nggak bikin pengendara lain salah paham, pakai hazard sesuai fungsinya. Aman buat kamu, aman juga buat semua!
Bagikan