otospector-image-Plus Minus Membeli Mobil Bekas Perorangan
Plus Minus Membeli Mobil Bekas Perorangan-otospector

Plus Minus Membeli Mobil Bekas Perorangan

Juli 15, 2017
By jandika

Saat membeli mobil bekas, salah satu pilihan yang harus ditentukan adalah membeli dari showroom atau pihak perorangan. Maksud dari perorangan adalah pemakai mobil langsung, yang ingin menjual mobil mereka sendiri untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan membeli mobil bekas langsung dari pemilik. Artikel dari OtoSpector kali ini akan membahas  poin-poin penting yang perlu Anda pertimbangkan ketika membeli mobil bekas perorangan.

Kelebihan Membeli Mobil Bekas Perorangan

#1: Harga Lebih Murah

Mobil Bekas Perorangan Lebih Murah
Jika Anda bandingkan harga mobil bekas antara showroom dan perorangan, harga dari pemakai langsung tentunya akan lebih murah. Mobil yang dijual oleh dealer lebih mahal karena ada banyak biaya yang dealer harus tanggung, seperti: biaya rekondisi mobil, komisi sales, dan sewa tempat. Biaya ini tentunya perlu diperhitungkan saat mematok harga jual.

Sedangkan pihak perorangan tidak perlu khawatir dengan biaya yang disebutkan di atas. Sehingga harga lebih murah, dan ditambah lagi, pihak perorangan pada umumnya lebih fleksibel untuk negosiasi harga.

#2: Mobil Terawat

Mobil Bekas Perorangan Terawat
Tidak semua mobil dari pihak perorangan dalam kondisi baik. Tapi kebanyakan penjual perorangan ingin menjual mobilnya sendiri karena mereka telah merawat mobilnya dengan baik, sehingga ingin menjualnya setinggi mungkin.

Pemilik sebenarnya bisa saja menjual ke pedagang dengan harga lebih murah supaya tidak repot. Tapi karena mereka yakin kondisi mobilnya prima, mereka bersedia repot agar bisa menjual dengan lebih tinggi.

Sebagai pembeli mobil bekas, inilah kesempatan Anda! Anda dapat membeli mobil bekas dalam kondisi baik dan terawat dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan beli di showroom atau dealer mobil bekas.

#3: Apa Adanya

Mobil Bekas Apa Adanya
Kebanyakan penjual perorangan ingin menjual mobil mereka secepatnya, jadi mereka akan me-rekondisi mobil seadanya saja. Sebagai pembeli, Anda dapat melihat mobil lebih “apa adanya” dibandingkan dengan mobil di showroom yang sudah dipoles sampai kinclong seperti layaknya baru.

Selain itu, jika Anda menunjukkan bahwa Anda adalah pembeli yang serius, mereka cenderung ingin menyelesaikan transaksi dengan cepat. Kecenderungan ini terutama berlaku bagi pemilik yang menjual mobil dengan warna dan model yang populer, karena mereka menghadapi persaingan yang lebih besar.

Baca juga: Tips Membeli Mobil Bekas di Showroom

Kekurangan Membeli Mobil Bekas Perorangan

#1: Tidak Bisa Kredit/Leasing

Tidak Bisa Leasing Mobil Bekas
Kekurangan terbesar membeli mobil bekas perorangan adalah tidak tersedianya fasilitas leasing/kredit. Dengan harga mobil di Indonesia yang relatif mahal, tentunya sangat berat bagi mayoritas calon pembeli mobil untuk melakukan pembayaran cash di depan.

Kenapa membeli dari perorangan tidak bisa kredit? Tidak adanya jaminan dari penjual perorangan. Perusahaan pembiayaan mobil tentunya ingin meminimalisasi resiko dengan hanya memberikan kredit ke dealer yang berbentuk badan usaha dan mempunyai lokasi yang tetap.

#2: Repot dan Makan Waktu

Makan Waktu dan Repot
Membeli mobil bekas dari perorangan akan memakan waktu dan lebih repot. Anda harus bertemu dengan orang yang tidak dikenal, memeriksa mobil, kemudian ber-transaksi jika mobil memang cocok. Belum lagi jika lokasi mobil incaran Anda berjauhan, tentunya akan sangat memakan waktu.

Bertemu dengan orang yang tidak dikenal juga menambah resiko bagi Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda tetap berhati-hati dan selalu melakukan pertemuan di tempat umum yang ramai.

#3: Dokumen dan Surat-surat

Surat-surat Kendaraan
Ketika membeli mobil bekas dari showroom, pihak showroom akan membantu menangani semua dokumen yang terkait dengan transfer kepemilikan seperti: kwitansi jual beli, dokumen untuk balik nama, dan juga mengatur pembiayaan.

Selain itu surat-surat mobil juga pada umumnya lebih terjamin, karena pihak showroom sudah memastikan kelengkapan dan keaslian dokumen saat membeli mobilnya. Selain BPKB dan STNK, mobil di showroom juga biasanya mempunyai Faktur, surat yang juga penting untuk kelengkapan dokumen mobil.

Baca juga: Dokumen Yang Diperlukan Saat Transaksi Jual Beli Mobil Bekas

Cek Kondisi Sebelum Beli

Di manapun Anda membeli mobil bekas, baik showroom atau perorangan, Anda harus pastikan dulu kondisi nya sebelum Anda beli dengan pengecekan yang menyeluruh dari pihak ke-tiga seperti OtoSpector.

Tidak sedikit mobil bekas kecelakaan atau banjir yang diperbaiki kemudian dijual kembali seperti mobil dalam kondisi normal. Ada baiknya Anda mengeluarkan sedikit investasi di depan agar bisa terhindar mendapatkan mobil bermasalah yang bisa mengakibatkan kerugian jutaan bahkan puluhan juta Rupiah.

Plus Minus Membeli Mobil Bekas Perorangan

Juli 15, 2017
By jandika

Saat membeli mobil bekas, salah satu pilihan yang harus ditentukan adalah membeli dari showroom atau pihak perorangan. Maksud dari perorangan adalah pemakai mobil langsung, yang ingin menjual mobil mereka sendiri untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan membeli mobil bekas langsung dari pemilik. Artikel dari OtoSpector kali ini akan membahas  poin-poin penting yang perlu Anda pertimbangkan ketika membeli mobil bekas perorangan.

Kelebihan Membeli Mobil Bekas Perorangan

#1: Harga Lebih Murah

Mobil Bekas Perorangan Lebih Murah
Jika Anda bandingkan harga mobil bekas antara showroom dan perorangan, harga dari pemakai langsung tentunya akan lebih murah. Mobil yang dijual oleh dealer lebih mahal karena ada banyak biaya yang dealer harus tanggung, seperti: biaya rekondisi mobil, komisi sales, dan sewa tempat. Biaya ini tentunya perlu diperhitungkan saat mematok harga jual.

Sedangkan pihak perorangan tidak perlu khawatir dengan biaya yang disebutkan di atas. Sehingga harga lebih murah, dan ditambah lagi, pihak perorangan pada umumnya lebih fleksibel untuk negosiasi harga.

#2: Mobil Terawat

Mobil Bekas Perorangan Terawat
Tidak semua mobil dari pihak perorangan dalam kondisi baik. Tapi kebanyakan penjual perorangan ingin menjual mobilnya sendiri karena mereka telah merawat mobilnya dengan baik, sehingga ingin menjualnya setinggi mungkin.

Pemilik sebenarnya bisa saja menjual ke pedagang dengan harga lebih murah supaya tidak repot. Tapi karena mereka yakin kondisi mobilnya prima, mereka bersedia repot agar bisa menjual dengan lebih tinggi.

Sebagai pembeli mobil bekas, inilah kesempatan Anda! Anda dapat membeli mobil bekas dalam kondisi baik dan terawat dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan beli di showroom atau dealer mobil bekas.

#3: Apa Adanya

Mobil Bekas Apa Adanya
Kebanyakan penjual perorangan ingin menjual mobil mereka secepatnya, jadi mereka akan me-rekondisi mobil seadanya saja. Sebagai pembeli, Anda dapat melihat mobil lebih “apa adanya” dibandingkan dengan mobil di showroom yang sudah dipoles sampai kinclong seperti layaknya baru.

Selain itu, jika Anda menunjukkan bahwa Anda adalah pembeli yang serius, mereka cenderung ingin menyelesaikan transaksi dengan cepat. Kecenderungan ini terutama berlaku bagi pemilik yang menjual mobil dengan warna dan model yang populer, karena mereka menghadapi persaingan yang lebih besar.

Baca juga: Tips Membeli Mobil Bekas di Showroom

Kekurangan Membeli Mobil Bekas Perorangan

#1: Tidak Bisa Kredit/Leasing

Tidak Bisa Leasing Mobil Bekas
Kekurangan terbesar membeli mobil bekas perorangan adalah tidak tersedianya fasilitas leasing/kredit. Dengan harga mobil di Indonesia yang relatif mahal, tentunya sangat berat bagi mayoritas calon pembeli mobil untuk melakukan pembayaran cash di depan.

Kenapa membeli dari perorangan tidak bisa kredit? Tidak adanya jaminan dari penjual perorangan. Perusahaan pembiayaan mobil tentunya ingin meminimalisasi resiko dengan hanya memberikan kredit ke dealer yang berbentuk badan usaha dan mempunyai lokasi yang tetap.

#2: Repot dan Makan Waktu

Makan Waktu dan Repot
Membeli mobil bekas dari perorangan akan memakan waktu dan lebih repot. Anda harus bertemu dengan orang yang tidak dikenal, memeriksa mobil, kemudian ber-transaksi jika mobil memang cocok. Belum lagi jika lokasi mobil incaran Anda berjauhan, tentunya akan sangat memakan waktu.

Bertemu dengan orang yang tidak dikenal juga menambah resiko bagi Anda. Oleh karena itu, ada baiknya Anda tetap berhati-hati dan selalu melakukan pertemuan di tempat umum yang ramai.

#3: Dokumen dan Surat-surat

Surat-surat Kendaraan
Ketika membeli mobil bekas dari showroom, pihak showroom akan membantu menangani semua dokumen yang terkait dengan transfer kepemilikan seperti: kwitansi jual beli, dokumen untuk balik nama, dan juga mengatur pembiayaan.

Selain itu surat-surat mobil juga pada umumnya lebih terjamin, karena pihak showroom sudah memastikan kelengkapan dan keaslian dokumen saat membeli mobilnya. Selain BPKB dan STNK, mobil di showroom juga biasanya mempunyai Faktur, surat yang juga penting untuk kelengkapan dokumen mobil.

Baca juga: Dokumen Yang Diperlukan Saat Transaksi Jual Beli Mobil Bekas

Cek Kondisi Sebelum Beli

Di manapun Anda membeli mobil bekas, baik showroom atau perorangan, Anda harus pastikan dulu kondisi nya sebelum Anda beli dengan pengecekan yang menyeluruh dari pihak ke-tiga seperti OtoSpector.

Tidak sedikit mobil bekas kecelakaan atau banjir yang diperbaiki kemudian dijual kembali seperti mobil dalam kondisi normal. Ada baiknya Anda mengeluarkan sedikit investasi di depan agar bisa terhindar mendapatkan mobil bermasalah yang bisa mengakibatkan kerugian jutaan bahkan puluhan juta Rupiah.

Baca Post Lainnya

Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia
Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia
Januari 29, 2020
Pasar mobil penumpang di Indonesia memang masih didominasi oleh merek-merek asal Jepang, serta beberapa negara Asia lain. Namun meski demikian, bukan berarti mobil-mobil Eropa tidak bisa unjuk gigi. Brand-brand Eropa tetap punya penggemar fanatik, tak terkecuali mobil-mobil bekas pakainya. Harus diakui, dibandingkan mobil-mobil produksi negara lain, mobil Eropa memang unggul dalam kualitas. Tak heran jika
Ada Harga On The Road dan Off The Road, Apa Perbedaannya?
Ada Harga On The Road dan Off The Road, Apa Perbedaannya?
Januari 27, 2020
Saat membeli mobil baru, kita sering mendengar istilah harga “on the road”. Umumnya, istlah ini tercantum di iklan mobil. Inilah istilah untuk harga yang sudah bersih, dan kita tidak perlu menambah biaya apapun. Soalnya, ada pula istilah off the road. Dengan pembayaran semacam ini, kita masih harus membayar biaya pengurusan surat-surat kendaraan seperti BPKB, STNK,
Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia
Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia
Januari 29, 2020
Pasar mobil penumpang di Indonesia memang masih didominasi oleh merek-merek asal Jepang, serta beberapa negara Asia lain. Namun meski demikian, bukan berarti mobil-mobil Eropa tidak bisa unjuk gigi. Brand-brand Eropa tetap punya penggemar fanatik, tak terkecuali mobil-mobil bekas pakainya. Harus diakui, dibandingkan mobil-mobil produksi negara lain, mobil Eropa memang unggul dalam kualitas. Tak heran jika
Ada Harga On The Road dan Off The Road, Apa Perbedaannya?
Ada Harga On The Road dan Off The Road, Apa Perbedaannya?
Januari 27, 2020
Saat membeli mobil baru, kita sering mendengar istilah harga “on the road”. Umumnya, istlah ini tercantum di iklan mobil. Inilah istilah untuk harga yang sudah bersih, dan kita tidak perlu menambah biaya apapun. Soalnya, ada pula istilah off the road. Dengan pembayaran semacam ini, kita masih harus membayar biaya pengurusan surat-surat kendaraan seperti BPKB, STNK,
Gara-gara APM Bermasalah, Merek-merek Ini Harga Bekasnya Jatuh
Gara-gara APM Bermasalah, Merek-merek Ini Harga Bekasnya Jatuh
Januari 22, 2020
Ada merek yang pada suatu waktu bisa unggul di pasaran, namun merek lainnya terpuruk, bahkan akhirnya menghilang. Begitulah peta persaingan bisnis di industri otomotif nasional yang begitu dinamis. Menariknya, situasi itu rupanya turut mempengaruhi perdagangan mobil bekasnya. Permasalahan yang melanda Agen Pemegang Merek (APM) membuat konsumen jadi berpikir ulang untuk menggunakan produk-produknya. Harga akhirnya ikut
Tertarik Meminang SUV Usia 10 Tahun? Simak Dulu Perbandingan Harganya
Tertarik Meminang SUV Usia 10 Tahun? Simak Dulu Perbandingan Harganya
Januari 19, 2020
Kata orang, meski sudah tua dan berumur, namun kendaraan jenis SUV tetap memiliki pesonanya sendiri. Penyebabnya, bisa jadi, lantaran SUV punya penggemar fanatik. Meski tetap penting, mereka tidak terlalu pusing soal desain dan tampilan, melainkan performa dan fungsinya. Kendaraan berusia 10 tahun atau produksi tahun 2010 tentu sudah mengalami depresiasi harga yang cukup besar. Namun
Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia
Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia
Januari 29, 2020
Pasar mobil penumpang di Indonesia memang masih didominasi oleh merek-merek asal Jepang, serta beberapa negara Asia lain. Namun meski demikian, bukan berarti mobil-mobil Eropa tidak bisa unjuk gigi. Brand-brand Eropa tetap punya penggemar fanatik, tak terkecuali mobil-mobil bekas pakainya. Harus diakui, dibandingkan mobil-mobil produksi negara lain, mobil Eropa memang unggul dalam kualitas. Tak heran jika
Ada Harga On The Road dan Off The Road, Apa Perbedaannya?
Ada Harga On The Road dan Off The Road, Apa Perbedaannya?
Januari 27, 2020
Saat membeli mobil baru, kita sering mendengar istilah harga “on the road”. Umumnya, istlah ini tercantum di iklan mobil. Inilah istilah untuk harga yang sudah bersih, dan kita tidak perlu menambah biaya apapun. Soalnya, ada pula istilah off the road. Dengan pembayaran semacam ini, kita masih harus membayar biaya pengurusan surat-surat kendaraan seperti BPKB, STNK,
Gara-gara APM Bermasalah, Merek-merek Ini Harga Bekasnya Jatuh
Gara-gara APM Bermasalah, Merek-merek Ini Harga Bekasnya Jatuh
Januari 22, 2020
Ada merek yang pada suatu waktu bisa unggul di pasaran, namun merek lainnya terpuruk, bahkan akhirnya menghilang. Begitulah peta persaingan bisnis di industri otomotif nasional yang begitu dinamis. Menariknya, situasi itu rupanya turut mempengaruhi perdagangan mobil bekasnya. Permasalahan yang melanda Agen Pemegang Merek (APM) membuat konsumen jadi berpikir ulang untuk menggunakan produk-produknya. Harga akhirnya ikut
Tertarik Meminang SUV Usia 10 Tahun? Simak Dulu Perbandingan Harganya
Tertarik Meminang SUV Usia 10 Tahun? Simak Dulu Perbandingan Harganya
Januari 19, 2020
Kata orang, meski sudah tua dan berumur, namun kendaraan jenis SUV tetap memiliki pesonanya sendiri. Penyebabnya, bisa jadi, lantaran SUV punya penggemar fanatik. Meski tetap penting, mereka tidak terlalu pusing soal desain dan tampilan, melainkan performa dan fungsinya. Kendaraan berusia 10 tahun atau produksi tahun 2010 tentu sudah mengalami depresiasi harga yang cukup besar. Namun
Sedang Mengincar Mobil Eropa Bekas? Cek Dulu Fakta-faktanya!
Sedang Mengincar Mobil Eropa Bekas? Cek Dulu Fakta-faktanya!
Januari 13, 2020
Selera orang memang bisa berbeda-beda, termasuk dalam hal mobil. Karena itu, konsumen mobil bekas di Indonesia tidak melulu mengincar mobil bekas asal Jepang yang mendominasi pasaran. Mobil-mobil eropa yang bekas, juga punya penggemarnya sendiri. Harus diakui, peminat mobil eropa bekas cukup terbatas. Mereka umumnya adalah konsumen yang sudah mengenal baik produk yang diminati. Namun bagi